"Dua persen dari gaji kita dipotong untuk Jamsostek. Tapi tidak diserahkan ke Jamsostek," kata Sekretaris Serikat Pekerja ToniJack's, Abdul Wasit, kepada wartawan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (24/11/2010).
Mereka menduga, pimpinan restoran itu melakukan penggelapan uang Jamsostek para karyawan.
Pasalnya, gaji yang dipotong selama 18 bulan untuk Jamsostek itu tidak pernah dibayarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Wasit, total Jamsostek karyawan yang tidak disetorkan sebesar Rp 112 juta dari sekitar 600 karyawan ToniJack's.
"Uang Jamsostek digelapkan, 6 bulan terakhir ini gajinya tidak dibayar. THR juga tidak dibayar, uang saving tidak dipenuhi, uang koperasi juga digelapkan. Nasib karyawan ditelantarkan," jelasnya.
Selain itu, pendemo menuntut agar pemerintah tidak menutup mata atas permasalahan perburuhan yang terjadi di Indonesia. Mereka juga mendesak pemerintah dan Polri agar berani menindak tegas pengusaha nakal.
Ratusan mantan karyawan ToniJack's ini berorasi sejak pukul 12.00 WIB. Aksi ini cukup memacetkan arus lalu lintas di sekitar Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Slipi, Jakarta Barat.
Puluhan petugas dari Polda Metro Jaya berjaga-jaga di lokasi demo sambil mengatur arus lalu lintas. Usai berdemo, para pengunjuk rasa diantar ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) untuk melaporkan Bambang Rachmadi yang mereka sebut sebagai pemilik restoran.
Sementara itu, Corporate PR & Communication ToniJack's, Richard, menjelaskan Bambang sudah bukan pemilik perusahaan lagi. "Sebetulnya saya secara de facto sudah tidak di situ lagi. Tapi secara de jure saya masih di ToniJack's. Pak Bambang sudah tidak di situ lagi," ujarnya saat dikonfirmasi detikcom. Sementara, Bambang tidak mengangkat ponselnya saat ditelepon.
(gus/nrl)











































