Bahkan mereka mulai mengkonsumsi bekatul yang sebenarnya merupakan bahan campuran pakan ternak.
Pernyataan itu disampaikan Dwi Riyadi (33), tokoh pemuda Dusun Gondang, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Magelang, saat menerima bantuan logistik dari relawan PKS Jateng Rabu (24/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Namun ketika kami pulang dari pengungsian, bantuan logistik dari pemerintah diputus. Sementara sawah dan kebun sayur juga rusak terguyur abu vulkanik. Kami jadi kesulitan pangan,” tegas Dwi.
Dwi menyatakan, setidaknya ada 450 KK dengan 1473 jiwa berdiam diri di Dusun Gondang. Mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Dusun ini sebelumnya dikenal sebagai salah satu sentra penghasil sayur mayur di Jawa Tengah. Namun situasi berubah manakala Merapi memuntahkan isi perutnya.
“Semua hasil pertanian rusak tak bersisa. Dibutuhkan paling cepat tiga bulan lagi bagi warga untuk bisa menuai hasil panen jika tanah mulai digarap lagi dari sekarang,” katanya.
Untuk mulai mengolah tanah pun warga kesulitan. Irigasi banyak yang rusak. Demikian pula untuk bibit, mereka kesulitan untuk membelinya karena sudah tak punya modal lagi.
Humas relawan PKS Jateng, Agung Setia Bakti mengatakan, pihaknya langsung turun ke lapangan ketika mendengar laporan ancaman kelaparan penduduk.
“Penduduk yang pulang ke rumahnya harus juga segera dipikirkan penangananya. Jangan sampai bencana Merapi berlanjut menjadi bencana ekonomi,” tegas Agung.
Setelah periode tanggap darurat berakhir tanggal 25 November ini, maka pemerintah harus segera bertindak cepat melakukan program pemulihan ekonomi dan sosial penduduk.
“Setidaknya ada perhatian dan program yang serius bagi warga untuk bisa kembali beraktivitas kembali seperti semula,” tegas Agung.
PKS sendiri, tambah Agung, telah menyiapkan serangkaian program pascatanggap darurat. “Pekan depan kami akan mulai program pemulihan ekonomi dengan membentuk kelompok-kelompok usaha binaan. Para relawan kami diterjunkan pula untuk mengadvokasi warga agar mendapatkan bantuan program pemulihan ekonomi dari pemerintah,” tegas Agung.
Agung menambahkan, untuk program pemulihan sosial, PKS telah melatih lebih dari 100 trainer untuk melakukan penyembuhan trauma ke masyarakat
(lrn/lrn)










































