Kepala Distrik Sriwijaya Air Malang M. Yusri menuturkan, belum ada perubahan jadwal penerbangan terkait status awas dari Gunung Bromo. Sampai pagi ini jadwal penerbangan masih sesuai jadwal. "Sampai pagi ini, belum ada perubahan jadwal ataupun pengalihan penerbangan," katanya kepada detikcom melalui telpon genggamnya, Rabu (24/11/2010).
Dengan begitu jadwal penerbangan dari Jakarta-Malang, lanjut dia, tetap normal pukul 08.00 WIB, dan jadwal keberangkatan pukul 08.35 WIB, dan pukul 13.10 WIB, serta pukul 14.15 WIB. "Semuanya masih tetap, baik kedatangan satu kali, serta penerbangan tiga kali," jelasnya.
Yusri mengaku pihaknya terus memantau perkembangan dari meningkatnya status Gunung Bromo. Sampai saat ini pihaknya juga belum menerima kebijakan terkini dari otoritas penerbangan untuk merubah dan mengalihkann jadwal penerbangan.
"Kami terus koordinasi dengan otoritas, seperti dirjen perhubungan udara, terkait Gunung Bromo, namun belum ada kebijakan untuk mengalihkan jadwal penerbangan," bebernya.
Kendati demikian, dirinya berharap terjadinya peningkatan aktivitas Gunung Bromo tidak akan mempengaruhi jadwal penerbangan. "Semoga saja tak menganggu penerbangan," harapnya.
Sebagai langkah antisipasi, Sriwijaya Air bakal mengalihkan seluruh jadwal penerbangannya ke Bandara Juanda Surabaya. Seperti pernah dilakukan saat ditutupnya landasan pacu Lanud Abdulracman Saleh beberapa waktu lalu. "Jika memang berdampak, kami telah siapkan alternatif dengan mengalihkan penerbangan ke Juanda, seperti waktu landasan ditutup," tandasnya.
Selain Sriwijaya Air, sejumlah maskapai penerbangan juga memasukkan Lanud Abdulracman Saleh dalam jadwal penerbangan mereka dari Malang-Jakarta dan sebaliknya. Mereka Garuda Indonesia dan Batavia Air. Namun, jadwal terpadat menggunakan landasan pacu adalah Sriwijaya Air. Seperti halnya Sriwijaya Air jadwal penerbangan tetap normal.
Secara terpisah Kepala Dinas Operasi Lanud Abdulrachman Saleh Malang Kolonel (pnb) Novyanto memastikan belum ada pengaruh pada penerbangan terkait meningkatnya status dari Gunung Bromo. Masalahnya, selain lokasi jauh dari rute penerbangan, dampak abu vulkanik juga diperkirakan tak sampai wilayahnya.
"Secara global, arah angin sampai saat ini masih dari selatan menuju utara, jadi kita tetap aman," ungkapnya dihubungi melalui telpon genggamnya, Rabu pagi.
Jika arah angin berubah dari timur menuju barat, wilayah Lanud Abdulrachman Saleh pasti terkena dampak abu, karena berada di wilayah barat dari Gunung Bromo.
Meski demikian, pihaknya akan mengecek alat ukur ketebalan debu yang dimilikinya. "Coba kita nanti cek alat ukur intensitas ketebalan debu, apakah normal atau di atasnya," tegasnya.
Sebagai otoritas penerbangan, sampai saat ini pihaknya masih memberlakukan jalur penerbangan tetap normal.
(fat/fat)











































