Menikah sejak 8 bulan lalu ST (23) berulang kali mengalami penganiayaan. Pukulan dan tendangan sudah tidak terhitung mendarat di wajah dan tubuhnya. Lebih mengerikan lagi, sang suami, UT (27) tega mengikat ST lalu diseret dengan menggunakan motor.
Peristiwa ini dialami ST pada Senin (22/11/2010) malam kemarin, di rumahnya di Batusari, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Beruntung aksi sadis UT tidak berlangsung lama karena keburu dihentikan oleh para tetangga. Akibat terseret sekitar 10 meter, bagian punggung ST mengalami luka cukup parah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya diseret pakai motor kejalanan," kata ST sambil menitikan air mata di Polsek Palmerah Senin (22/11/2010) malam.
Sang suami yang berprofesi sebagai pekerja bangunan tersebut diakui ST memang mudah marah. Tidak cukup dengan memarahi, UT juga kerap melayangkan bogem mentah, padahal pemicunya hanya permasalahan kecil.
"Kalau saya buat makanan tidak cocok di mulutnya, buat kopi kurang manis pasti langsung marah," jelasnya.
ST yang sudah tidak tahan dengan prilaku suaminya memutuskan untuk kembali ke rumah orang tuanya di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Dia mengaku trauma dengan apa yang sudah dialaminya.
Saat dikonfirmasi Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Ferdi Sambo mengaku masih belum menerima adanya laporan soal KDRT.
(did/gun)










































