Gayus Lumbuun Merasa Paling Waras, Tak Mau Diganti

Kisruh BK DPR

Gayus Lumbuun Merasa Paling Waras, Tak Mau Diganti

- detikNews
Selasa, 23 Nov 2010 06:04 WIB
Gayus Lumbuun Merasa Paling Waras, Tak Mau Diganti
Jakarta - Delapan anggota Badan Kehormatan (BK) DPR mendesak adanya pergantian Gayus Lumbuun sebagai ketua BK. Gayus dinilai jarang mengikuti rapat dan kurang cakap sebagai pemimpin. Merespons hal ini, Gayus memilih santai.

"Mereka ingin saya diganti. Padahal mereka yang melanggar aturan dengan desersi dari tugas. Biasalah, disangkanya saya ini gila, padahal saya yang paling waras," kata Gayus kepada detikcom, Senin (22/11/2010).

Gayus menegaskan, PDIP tidak pernah berencana mengganti dirinya sebagai ketua BK DPR. Wacana pergantian tersebut dianggap hanya isu dan rekayasa yang dihembuskan oleh Nudirman Munir cs.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Gayus juga menyangkal soal tudingan yang menyebutkan dia tak pernah ikut memimpin rapat BK DPR. "Saya mimpin rapat tapi mereka nggak pernah mau masuk. Gimana mau mimpin tapi nggak pernah kuorom. Sudah tidak ingin diatur mereka," tegasnya.

Tudingan yang disampaikan Nudirman Munir tentang Gayus yang kerap membawa istri saat kunjungan ke luar negeri pun dibantah. Menurut Gayus, itu adalah wacana yang sengaja dihembuskan untuk mengalihkan isu.

"Buktikan saja kapan dan di mana. Jangan keluar konteks aduan dulu, itu kan konteks lain," imbuhnya.

Anggota Komisi III DPR ini menegaskan, akan tetap bertahan sebagai ketua BK DPR. Sebagai satu-satunya orang 'waras', dia tidak akan terpengaruh oleh anggotanya yang melakukan 'kudeta'.

"Saya akan tetap bertahan dan membawa masalah ini ke mana saja. Saya juga akan membawa ke paripurna," terangnya.

"BK ini setahun nggak pernah mutus perkara. Sekian banyak orang yang diadukan tapi nggak pernah diproses. Ini persoalan, ada 8 orang dari 11 yang memberontak, habislah yang tiga," tutupnya.

Rombongan BK DPR yang melakukan kunjungan kerja ke Yunani mengaku sempat transit di Turki. Di sela-sela menunggu tiket pesawat, DPR menyempatkan berjalan-jalan ke Istana Raja Turki.

Namun, mereka membantah telah disuguhi tari perut. Kunjungan di Yunani pun dilakukan karena mereka kehabisan tiket.

Sementara Gayus menyebut 8 anggota BK DPR yang pelesiran ke Turki telah mangkir dari tugas. Alasannya, dalam surat tugas yang ditandatangani ketua DPR Marzuki Alie, rombongan BK DPR berada di Yunani mulai 23-29 Oktober 2010. Namun, pada tanggal 27 Oktober, rombongan sudah meninggalkan negeri para filsuf itu.

Apakah para anggota BK yang pelesiran ke Turki berkata bohong? Ikuti pro dan kontra! (mad/fjr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini