"Di TPU Babakan Hurmat, Desa Mekarwangi, biar dekat saja sama keluarga dan rumah. Kita sudah persiapkan tempatnya, cuma tinggal digali," terang kakak tertua Kikim, Atang Jaelani, saat dihubungi detikcom, Minggu (21/11/2010).
Menurut Atang, penggalian makam baru akan dilakukan setelah ada kepastian kapan jenazah adik bungsunya itu akan tiba di Indonesia. "Nanti kalau sudah pasti kapan sampainya (jenazah), baru kita gali," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lagi nunggu jemputan dari PT Bantal Perkasa, besok kita baru ketemu Pak Jumhur (BNP2TKI). Soal siapa yang ke Arab Saudi belum jelas, karena kita baru dapat satu kursi ke sana," terangnya.
Menurutnya, pihak konsorsium telah memastikan memberi satu tiket untuk ke Saudi. Atang sendiri berharap mendapatkan dua tiket agar dirinya dan suami almarhumah bisa ikut ke Arab Saudi.
"Pihak yang lain belum ngasih tiket, baru dari konsorsium. Kita sih pinginnya saya dan Maman yang ke Arab Saudi, karena perwakilan dari orang tua dan suami. Mudah-mudahan setelah ketemu dengan BNP2TKI ada yang bisa ngasih satu tiket lagi ke sana. Tapi soal pemulangan jenazah sudah diatur semua," imbuh kakak tertua dari enam bersaudara ini.
Kikim, TKW asal Desa Mekarsari, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, ditemukan tewas akibat pukulan benda tumpul oleh majikan laki-lakinya di Arab Saudi. Kikim ditemukan pada Kamis 5 Dzulhijjah 1431 H atau 11 November 2010, di pinggir Jl Serhan, bagian dari jalan utama Gharah, Kota Abha. Majikan Kikim kini sudah ditahan polisi dan kasusnya sudah dibawa ke badan investigasi atau Tahkik.
(her/nrl)










































