"Untuk memperbaiki sistem itu bukan dengan cara menaikkan tarif parkir, tapi
membangun gedung parkir," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/11/2010).
Prijanto mengatakan, tidak ada gunanya kenaikan tarif parkir jika tidak didukung dengan perbaikan sistem manajemennya. "Kalau sistem manajemen parkir belum baik, ke mana uang parkirnya kita tidak tahu," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya setuju kalau khusus jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk dilarang parkir on street," paparnya.
Pemberlakuan manajemen parkir on street di Jakarta lanjutnya, akan lebih baik jika mendapatkan dukungan berbagai kalangan seperti Polda Metro. Asalkan setoran-setoran gelap yang di lakukan juru parkir, tidak ada lagi.
"Semua gampang dilakukan, tapi gara-gara setoran jadi tidak gampang," tuturnya.
Dia juga berterima kasih, kepada DPRD yang sepakat tidak menyetujui kenaikan tarif parkir di jalanan. Prijanto pun yakin sedikit demi sedikit sistem parkir on street bisa segera dihapus.
"Saya baca berita juga kalau DPRD tidak akan menyetujui (kenaikan tarif parkir on street), bagus itu," tandasnya.
(lia/mad)










































