Ekonomi Warga Korban Bencana Alam Harus Dibangun Kembali

Ekonomi Warga Korban Bencana Alam Harus Dibangun Kembali

- detikNews
Sabtu, 13 Nov 2010 19:46 WIB
Ekonomi Warga Korban Bencana Alam Harus Dibangun Kembali
Jakarta - Program rekonstruksi dan rehabilitasi daerah korban bencana alam, jangan hanya sebatas mengganti kerugian ternak dan membangun kembali rumahnya. Tapi juga harus mendorong pemberdayaan kembali ekonomi warga yang hajat hidupnya berantakan oleh bencana alam.

"Tetapi juga harus dipikirkan program komprehensif yang meliputi pemberdayaan ekonomi kerakyatan, agar masyarakat korban bencana alam dapat segera punya kegiatan, kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Radityo Gambiro, kepada detikcom, Sabtu (13/11/2011).

Pernyataannya di atas merupakan kesimpulan hasil kunjungan kerja Komisi VIII DPR baru-baru ini ke Tegal Tirto, Sleman, DIY. Meski lokasi desa di sisi Kali Kuning itu mencapai 40 km dari puncak Gunung Merapi, tetapi peternakan ikan yang jadi mata pencaharian mayoritas warganya terkena dampak letusan.

"Ternak ikan warga berantakan terdampak lahar dingin yang mengalir di Kali Kuning. Empang yang mampu menghasilkan 6-7 ton ikan per bulan mengalami pendangkalan sampai 1 meter dan banyak ikan ternak mati," papar politisi dari PD ini.

Adapun contoh program rehabilitasi dan rekontruksi yang komprehensif terkait ekonomi kerakyatan, salah satunya adalah masalah keringanan pelunasan cicilan kredit UMKM dan KUR oleh korban bencana alam. Agar usai masa tanggap darurat, warga bisa langsung melanjutkan kembali usaha masing-masing tanpa terlalu terbebani utang dan bunga cicilan kredit yang harus mereka lunasi.

"Bentuknya bisa macam-macam sesuai kasus di lapangan. Misalnya dengan penghapusan atau pembebasan cicilan dan beban bunga untuk periode tertentu. Bisa juga terobosan lain yang tujuannya meringankan beban rakyat," jelas Radityo.

Menyinggung kesulitan pihak perbankan menghapusbukukan kredit bila statusnya belum bencana nasional, Radityo yakin bisa ditemukan jalan tengahnya. Tentu saja di dalam konteks tersebut, pemerintah selaku pembuat kebijaksaan dapat membicarakan detail teknisnya dengan pihak perbankan.

"Saya baru saja mengusulkan kepada Pimpinan Komisi VIII mengundang pemerintah, dalam hal ini Menko Kesra, untuk secara khusus membahas masalah ini. Kami masih mengatur jadwalnya sebab Menko Kesra masih akan meninjau Merapi, Mentawai dan Wasior," sambung dia.

Lebih lanjut Radityo menyatakan usulan mengenai program rekontruksi dan rehabilitasi yang komprehensif untuk jangka pendek ditujukan bagi korban banjir di Wasior, tsunami di Mentawai dan letusan Gunung Merapi. Setelah ada evaluasi hasil pelaksanannya di lapangan, maka akan diupayakan agar dijadikan program baku BNPB dan lembagai lain terkait penanggulangan bencana alam.

"Kita harapkan kelak diterapkan ke daerah lain yang terkena bencana dengan
memperhatikan kondisi, latar belakang sosial dan budaya di daerah masing-masing," tutupnya.

(lh/anw)


Berita Terkait