Indonesia tahun ini diperkirakan lebih dari 3.000 orang. Jumlah ini lebih besar dibanding tahun lalu.
Jamaah sandal jepit akan mencapai puncaknya, Rabu (10/11/2010) ini, yang
merupakan penutupan (closing date) Terminal Haji Bandara King Abdul Azis. Hingga Selasa (9/11/2010) malam kemarin, jamaah nonkuota yang berhasil didata petugas sudah mencapai sekitar 2.750 orang.
”Kami belum merekap datanya, tapi pada Selasa saja diperkirakan 500 jamaah yang masuk,” kata Kepala Seksi Pengawasan Penyelenggara Haji Ibadah Khusus (PIHK) Ahmad Basani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
japit karena operasional penyelenggaranya sangat rapi.
Hingga hari kedua menjelang closing date, masih banyak ditemukan jamaah nonkuota yang keleleran. Sebanyak 9 jamaah asal Madura terlantar di bandara 10 jam lebih lantaran penjemput tidak kunjung datang.
Para jamaah resah dan mengeluh karena mereka juga tidak mendapatkan makan
layaknya yang dinikmati jamaah reguler atau khusus. Selain jamaah asal Madura, jamaah yang sempat tidak terurus adalah dari Banjarmasin. Jumlah jamaahnya sekitar 20 orang.
Menurut Basani, sisi negatif seseorang yang ikut jamaah nonkuota adalah tidak adanya kepastian terhadap layanan selama di Tanah Suci. Selain soal penjemputan, masalah krusial lain yang kerap dialami jamaah ‘ilegal’ ini adalah soal transportasi, pemondokan dan katering.
Jamaah haji Indonesia tahun ini sebanyak 221.000 orang. Dari jumlah itu, 197.500 di antaranya jamaah reguler, sedang sisanya diberangkatkan penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK).
Kepala Daker Jeddah Ahda Barori yakin seluruh jamaah Indonesia bisa masuk ke
Tanah Suci sebelum closing date. “Untuk kedatangan Insyallah tidak masalah,
justru hanya penumpukan jamaah di bandara pada hari terakhir ini,” kata Ahda.
(iy/ape)











































