Pantauan detikcom, Rabu (10/11/2010) warga mulai berbondong-bondong 'pulang' ke rumahnya sejak pukul 09.00 WIB. Mereka kebanyakan warga dari Desa Glagaharjo, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Juga dari Desa Kepurun, Kecamatan Manisrenggo, Klaten.
Selain menegok rumahnya yang masih tertutup abu vulkanik, warga juga menyempatkan mengambil barang yang tertinggal. Tak ketinggalan, mereka juga memberi makan ternak, dan ada pula yang mengevakuasi ternaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cuaca di sekitar Merapi memang cerah. Sejak pukul 05.00 WIB pagi, Merapi memang keliatan utuh. Tidak ada suara gemuruh. Hanya sedikit mengeluarkan asap vulkanik, yang menjulang tinggi 3 Km berwarna putih keabu-abuan. Asap tampak mengarah barat dan barat daya.
Satu Korban Lagi Ditemukan
Sementara itu, tim SAR terus melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar Dusun Ngancar dan Dusun Gelaga, Malang. Di dusun ini, tim SAR menemukan korban lagi bernama Ny Rubinah (45). Korban ditemukan tewas di dalam rumahnya. Jenazah saat dibawa ke RS DR Sardjito.
Penyisiran oleh tim SAR, masih difokuskan di rumah-rumah yang tertimbun. Saat ini timbunan material di Dusun Ngancar mencapai lebih dari 1,5 meter. Mesti sudah diguyur hhujan deras, material Merapi masih panas dan terkadang mengeluarkan asap.
Dari Dusun Ngancar menghadap ke arah utara, timbunan material Merapi sudah menyerupai jalan tol, dengan lebar lebih dari 200 meter. Jalan desa dan rumah warga masih tertimbun dan sudah tidak keliatan lagi. Penyisiran oleh tim SAR menggunakanan mobil hugglan, milik PMI dan Kopassus.
(gun/lrn)











































