Pantauan detikcom di lokasi, sekitar 15 orang personel kepolisian Ditlantas Polda DIY datang ke Stadion Maguwoharjo, pukul 08.30 WIB. Mereka lantas menurunkan set alat musik gamelan dan kentongan di depan posko utama, sisi sebelah barat stadion.
Tak lama berselang, personel- personel kepolisian yang di antaranya terdiri dari Polwan tersebut memainkan alat musik yang mereka bawa. Para pengungsi yang berada tak jauh dari tempat itu lantas mendekati pertunjukan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami membawa alat musik tradisional ini ke sini, khusus untuk menghibur pengungsi," ujar Briptu Hariyanta sembari tak henti-hentinya memukul kentongan yang dibawanya, Selasa (9/11/10).
Hariyanta menambahkan, alat-alat musik tradisional tersebut dibawa dari kantor Ditlantas Polda DIY. "Kami memang memiliki peralatan ini, karena sewaktu pendidikan dulu kami juga dilatih."
Menurut Hariyanta kepolisian selain bertugas sebagai penjaga keamanan juga dapat luwes untuk melebur dalam masyarakat. Salah satunya dengan menampilkan hiburan dari alat musik gamelan.
Suasana di pengungsian Maguwoharjo pada pagi ini tak bedah jauh dari pagi-pagi biasanya. Mereka melakukan aktivitas rutin seperti mencuci, mandi dan mengantre untuk mendapatkan pembagian logistik dari petugas.
(fjr/anw)
