"Biasanya gempa tektonik mempercepat erupsi, tapi tidak langsung," kata Kepala Badan Penyelidikan dan Penelitian Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandrio kepada detikcom, Senin (8/11/2010).
Gempa terjadi pada Minggu (7/11/2010) pukul 23.08 WIB, tepatnya di 8'03 Lintang Selatan (LS) dan 110'51 Bujur Timur (BT). Meski kecil, namun cukup terasa oleh warga Yogyakarta. "Tapi kita lihat saja dampaknya nanti," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lava pijar, itu terus menerus terjadi. Sudah beberapa hari terakhir. Masih wajar. Gemuruh juga," tegasnya.
Adapun menurut salah seorang warga, Arief mengaku merasakan gemuruh suara yang sangat hebat dan lava pijar terlihat dari km 40 dari puncak Merapi. Hal senada juga dibenarkan oleh pembaca detikcom, Triyono, warga Karang Anom, Mudal.
"Gelegar suara yang sangat kuat sejak sore kurang lebih pukul 17.00 WIB sampai saat ini," kata Arief lewat fasilitas info anda detikcom pada Minggu (7/11/2010) pukul 23.45 WIB.
Bahkan menurut Hiday, gemuruh Merapi membuat pengungsi menjerit dan trauma. "Merapi kembali bergemuruh keras pengungsi di Pemda Klaten tetap terjaga, mereka hening mendengarkan gemuruh Merapi. Sebagian dari mereka menjerit karena takut dan trauma," jelas Hiday melalui fasilitas info anda pada Senin (8/11/2010) pukul 00.04 WIB.
(asp/nwk)











































