karyawan Fakultas Hukum UGM, Kuncoro Budiwinarto yang diduga menjadi korban letusan Merapi.
Dialah yang akhirnya berhasil menghubungi polisi untuk membantu keponakannya yang masih hidup dari letusan Merapi kamis (4/11) dini hari lalu.
Seperti saat ditemui detikcom di RS dr Sardjito Yogyakarta, Sabtu (6/11) malam hari, Erna menuturkan kejadian sesaat sebelum Ade Surya berhasil ditemukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jauh-jauh hari saya juga sudah mengajak Pak Kuncoro untuk turun, tapi dia nggak mau. Alasannya karena masih merasa aman dan diamanahkan untuk menjaga enam sapi milik warga untuk hewan qurban nanti," tambahnya.
"Akhirnya saya telepon istrinya, Kitri dan tersambung tapi kok nggak diangkat-angkat. Lalu saya telepon terus hingga akhirnya diangkat," kata Erna yang mengenakan jilbab ungu itu.
"Tolong, tolong gowo (bawa) ambulans," ucap Erna mencontohkan ucapan Ade.
"Sopo wae sing isih urip (siapa saja yang masih hidup)?" tanya Erna ketika
kejadian.
"Ora ono, mung aku dhewe (tidak ada, cuma aku sendiri)," kata Erna mencontohkan ucapan Ade.
"Setelah itu saya minta Ade bertahan kemudian saya mencari nomor telepon orang lain di phonebook ponsel. Saya langsung ketemu nomor Polsek Sleman, tapi nggak nyambung. Akhirnya saya telepon seorang polisi yang nomornya ada di atas nomor Polsek Sleman tadi dan akhirnya nyambung," terangnya.
"Pak, tolong ponakan saya diselamatkan. Dia masih hidup, rumahnya dekat Kali
Gendol," ucap Erna ketika itu yang akhirnya direspon langsung oleh kepolisian dan bersama tim SAR untuk menyelamatkan Ade.
Erna sendiri mengaku kaget kalau Ade Surya yang selamat, ia mengira adik Ade
yang bernama Bagas lah yang selamat.
"Suaranya mirip sekali mbak, waktu saya telepon itu ya saya pikirnya Bagas. Tapi ternyata Ade," tutur Erna dengan mata berkaca-kaca.
"Saya tahunya itu Ade ketika sudah di rumah sakit, sesaat wajah yang terlihat memang Bagas tapi setelah saya lihat kembali ternyata Ade," tambahnya. Bagas sendiri diperkirakan tidak selamat.
Ketika ditanya apakah ada firasat sebelumnya, Erna menjelaskan bahwa beberapa pekan sebelumnya ia memang sering bermimpi buruk. "Saya mimpi orang-orang ramai datang ke rumah sambil membawa uang dan uangnya itu dikasih ke ibu saya langsung. Saya heran kok dikasih ke ibu saya,"
terangnya.
Rencanaya Erna akan mengangkat Ade Surya sebagai anaknya mengingat mahasiswa semester lima Universitas Negeri Yogyakarta itu kini sebatang kara.
"Kalau Adenya mau dan bersedia jadi anak saya, akan saya rawat terus anak kakak saya itu," tutup Erna.
(lrn/lrn)











































