Rutan Salemba Bantah Aniaya 2 Napi Informan Tayangan SIGI SCTV

Rutan Salemba Bantah Aniaya 2 Napi Informan Tayangan SIGI SCTV

- detikNews
Jumat, 05 Nov 2010 18:45 WIB
Jakarta - Pihak Rumah Tahanan (Rutan) Salemba membantah pemberitaan yang menyebutkan dua narapidananya dianiaya petugas sipir penjara. Pihak Kanwil DKI Jakarta Kementerian Hukum dan HAM menyatakan kedua warga binaannya sehat walafiat.

"Hasil Otopsi dua dokter yang memeriksa HK menyatakan yang bersangkutan hilang kesadaran karena mencoba bunuh diri," kata Kepala Rutan Salemba S Prihantara, saat jumpa pers di Rutan Salemba, Jumat (5/11/2010).

Dua dokter yang dimaksudnya itu adalah dokter Rutan yang pertama mengecek kesehatan HK (HK), dan dokter di RS. Thamrin tertanggal 29 Oktober 2010.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi tidak ada itu penyiksaan dan disebut dilarikan ke RS Kramatjati," jelas Prihantara.

HK merupakan 'aktor' dalam tayangan 'Bisnis Seks di Balik Jeruji'. HK yang merupakan napi tahanan narkoba berperan sebagai napi yang menggunakan jasa esek-esek di dalam penjara.

Pihak Rutan mengklaim aksi bunuh diri yang dilakukan HK, berujung pangkal dari tayangan adegan 'syur' ditampilkan di TV. HK mencoba bunuh diri dengan menggunakan gesper yang dililitkan di gagang pintu kamar mandi penjara. Saat konferensi pers, masih terlihat bekas lilitan gesper yang melingkari lehernya.

Dalam kesempatan itu juga diperlihatkan seluruh kondisi badan HK yang tidak tampak memar. Begitu pula HY (37), yang juga dikabarkan dianiaya juga tidak terlihat luka.

Rumah Tahanan (Rutan) Salemba juga membantah adanya praktik binis seks di penjara tersebut, seperti yang ditayangkan program investigasi SIGI, Rabu, 27 Oktober lalu.

"Tayangan seutuhnya bukan di Rutan Salemba semua. Itu kondisi di lapas narkotika Cipinang. Hasil analisa tim kami diketahui kalau tayangan tersebut diambil tahun 2008. Kemungkinan ada teknik editing," kata Kadiv Pemasyarakatan Kanwil DKI Jakarta Kemenkumham, Bambang Krisbanu.

(ahy/ndr)


Berita Terkait