"Terakhir saya dengar dari teman-teman ada 170 orang. Kalau 67 orang itu belum total dengan keluarga yang mendampingi dan tim sekretariat," kata Naib Amirul Haj (wakil pemimpin haji) Indonesia Hasyim Muzadi di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah, Jumat (5/11/2010).
Hasyim mendampingi Menteri Agama Suryadharma Ali yang sekaligus menjadi amirul haj meninjau jamaah calon haji yang dirawat di BPHI Madinah. Selama kunjungan tersebut, Suryadharma dan Hasyim melakukan dialog dengan jamaah dan mendoakan mereka agar cepat sembuh dan menjadi haji yang mabrur.
Hasyim Mengkritik
Pada kesempatan itu, Hasyim mengritik kegiatan anggota DPR melakukan kunjungan ke luar negeri. DPR semestinya melakukan prioritas dalam kegiatan yang dilakukan, terlebih di tanah air sedang banyak terjadi bencana.
"Mungkin kalau DPR dalam rangka pengawasan itu menggunakan bujet DPR. Bahwa keluarga dibawa, siapa yang bayar? Kalau tidak memakai uang negara tidak jadi masalah," kata Hasyim.
Namun meski membawa keluarga tanpa memakai biaya negara, DPR semestinya memperhatikan sisi kepantasan. "Yang jadi sorotan adalah masalah kepantasan. Di kala banyak bencana seperti sekarang DPR harusnya bersama rakyat," lanjut mantan Ketua Umum PBNU itu.
Maka itu, bila DPR telah terlanjur pergi ke Makkah, menurut Hasyim, mereka mempunyai kewajiban mendoakan rakyat Indonesia agar dijauhkan dari bencana. "Kalau sudah sampai di Mekkah mereka wajib mendoakan rakyat Indonesia," kata Hasyim.
Rombongan DPR gelombang pertama yang berjumlah 29 orang sudah tiba di Jeddah, Kamis (4/11/2010) malam. Ketua delegasi rombongan DPR mengakui rombongan delegasi yang tiba di tanah suci, selain terdiri dari 14 anggota Komisi VIII juga disertai pihak keluarga baik suami atau istri serta tim dari seretariat DPR. Tapi Chairunnisa menegaskan keluarga yang mendampingi anggota DPR tidak memakai uang negara.
(iy/lrn)











































