Berdasarkan pantauan detikcom yang tengah menumpang Kereta Api Dwi Pangga dari Gambir menuju Solo Balapan, Jumat (5/11/2010), abu mulai tampak setelah stasiun Kroya. Abu yang berwarna putih tersebut tampak terlihat jelas di daun-daun yang berada di pinggir rel kereta.
Begitu juga dengan rumah-rumah penduduk di mana pada bagian genteng warnanya nyaris seragam: putih. Warna yang sama juga tampak di jalan-jalan aspal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika berpapasan dengan Kereta Taksaka Pagi dari Yogyakarta, kereta kelas eksekutif tersebut juga tampak diselimuti oleh debu. Itu terlihat jelas terutama di bagian jendela yang sedianya berwarna gelap.
Pemandangan ini menjadi tontotan bagi penumpang kereta yang tak henti-hentinya melongok ke arah luar. "Yah itu keretanya belum mandi ya," cetus salah seorang anak kecil di KA Argo Dwi Pangga kepada ayahnya, kala dia melihat KA Taksaka.
Seperti diberitakan sebelumnya, aktivitas gunung Merapi yang telah meletus pada 26 Oktober silam sampai saat ini belum juga menurun intensitasnya. Malahan gunung teraktif di Indonesia ini meletus dahsyat pada Jumat (5/11/201) dinihari yang letusannya lebih besar dari sebelumnya.
Sejumlah pengungsi yang sudah berada di pengungsian juga terkena imbasnya. Zona aman yang sebelumnya sejauh 15 Km dari titik puncak pun diperjauh menjadi 20 Km. Akibat letusan Merapi yang dahsyat itu, hingga saat ini korban tewas mencapai 64 orang.
(fjr/asy)











































