"Kami sendiri merasa kesulitan karena kekurangan alat ventilator, alat bantu pernafasan," kata Kepala Humas RS Sardjito, Trisno Heru Nugroho, di depan ruang forensik RS Sardjito, Jalan Kesehatan, Yogyakarta, Jumat (5/11/2010).
Dikatakan dia, kebanyakan pasien mengalami trauma inhalasi atau luka bakar pernafasan. "Kami sudah menghubungi Dinkes dan meminta bantuan rumah sakit sekitar Sardjito untuk memberikan ventilator," ujar dia.
Trisno mengatakan, korban tewas tercatat 54 orang terdiri dari 27 orang laki-laki dan 27 orang perempuan. 7 Di antaranya anak-anak.
"66 Orang sedang dirawat karena luka bakar. 90 Persen di antaranya berasal dari Cangkringan. Sisanya dari Pakem. Rata-rata pasien mengalami luka bakar 75 persen," kata Trisno.
(aan/nrl)











































