"Sangat perlu ditetapkan bencana nasional untuk Merapi," kata pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, saat berbincang-bincang dengan detikcom, Jumat (5/11/2010).
Penetapan bencana nasional ini harus dilakukan, karena ancaman bencana Merapi masih terus terjadi. "Ancamannya masih besar, karena lahar bisa saja mengalir ke kota karena kemungkinan hujan akan mengguyur, juga ada bentuk bencana lain," jelas dia.
Selain itu, faktor bisnis juga perlu mendapat perhatian. Sebab, saat ini sejumlah perusahaan sudah terpengaruh oleh hujan abu Merapi. Kalau tidak diantisipasi, maka akan bisa mengakibatkan dampak lain, termasuk ekonomi. "Saya dengar Pabrik Sari Husada sudah ditutup dan pasti bisnis di Yogya juga mangkrak," ujar dia.
Agar penanganan bencana lebih efektif, menurut Agus,Β pemerintah perlu mengajak swasta. "Ajak swasta, tapi tanpa memaksa, tetapi berpartner. Biarkan swasta kalau mau bantu melakukan sendiri, pemerintah mensupervisi saja. Karena sekarang pun swasta dan publik yang bergerak langsung, sedangkan pemerintah terbelenggu dengan birokrasi dan kewenangan dan dana," jelas Agus.
Saat ini, korban tewas di Yogya akibat letusan Merapi pada Jumat dinihari tadi sudah mencapai 54 orang. Diperkirakan korban tewas akan bertambah, karena proses evakuasi korban masih terus berlangsung.
Sementara abu Merapi terus terbang ke banyak kota lintas provinsi. Abu bergerak dari Yogya-Magelang, Purworejo, Banyumas, Ciamis, Tasikmalaya, dan saat ini sudah sampai di Bandung. Aktivitas masyarakat terhambat akibat hujan abu vulkanik ini.
Anda setuju, SBY segera tetapkan bencana nasional Merapi? Ikuti pro dan kontra!
(asy/nrl)











































