Dubes AS: Hasil Pemilu Sela Tak Banyak Pengaruhi Kebijakan Luar Negeri

Dubes AS: Hasil Pemilu Sela Tak Banyak Pengaruhi Kebijakan Luar Negeri

- detikNews
Rabu, 03 Nov 2010 11:10 WIB
Dubes AS: Hasil Pemilu Sela Tak Banyak Pengaruhi Kebijakan Luar Negeri
Jakarta - Partai Republik banyak diprediksi memenangi pemilu sela Amerika Serikat (AS) yang digelar 2 November. Meskipun demikian, hal ini takkan berpengaruh banyak terhadap politik luar negeri AS sendiri.

Demikian disampaikan Duta Besar AS untuk Indonesia, Scott Marciel, kepada wartawan di kediaman Wakil Duta Besar AS, Jl Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/11/2010). Hari ini US Embassy menggelar acara nonton bareng US Mid-Term Election di kediaman Wakil Dubes AS, Ted Osius.

Acara ini dihadiri oleh Dubes AS Scot Marciel dan Wakil Dubes AS Ted Osius, serta sejumlah pengamat, seperti pengamat politik Anies Baswedan, sosiolog Imam Prasodjo, dan politikus Bara Hasibuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat dimintai tanggapan terkait pengaruh hasil pemilu sela AS yang diprediksi akan dimenangkan oleh Partai Republik terhadap kebijakan luar negeri AS, Marciel menuturkan, hasil pemilu sela tak berpengaruh banyak terhadap kebijakan luar negeri AS. Hal ini karena pemilu AS justru banyak dikuasai oleh kelompok bipartisan yang non partai.

"Saya tidak ingin memprediksikan pengaruh hasil pemilu sela ini terhadap kebijakan luar negeri AS. Kami punya tradisi lama di AS, yakni kebijakan luar negeri lebih banyak dipengaruhi oleh kelompok bipartisan. Jumlahnya cukup besar, jadi bukan oleh partai saja. Dukungan bipartisan sangat kuat dalam pemilu," ujar Marciel.

Selain itu, Marciel menambahkan, kebijakan luar negeri AS sendiri juga banyak ditentukan oleh Presiden. Selama Presidennya tetap sama, kebijakan luar negeri tak akan banyak berubah.

"Susah diprediksikan apa yang akan terjadi. Pada dasarnya, kebijakan luar negeri lebih dipengaruhi oleh kebijakan pemerintahan Presiden. Jadi jika di Gedung Putih tidak ada perubahan, maka tidak akan ada perubahan pada kebijakan luar negerinya," jelasnya.

Sementara itu, terkait kans kemenangan Partai Repbulik atas Partai Demokrat dalam pemilu sela kali ini, Marciel enggan menduga-duganya. Apa pun hasil pemilu sela nantinya, pemerintah akan tetap bekerja sama dengan baik.

"Saya seorang diplomat, bukan pengamat politik. Jadi saya tidak ingin menduga-duga. Saya rasa semuanya sangat tergantung pada hasil akhir nanti. Tapi di negara kami, seperti di Indonesia, hal baiknya adalah apa pun hasilnya, kami semua tetap bekerja bersama-sama dengan baik," tuturnya.

Meskipun demikian, Marciel mengatakan, hasil pemilu sela AS ini juga penting. Walaupun tak banyak berpengaruh terhadap politik luar negeri AS, perubahan jelas akan terjadi dalam politik dalam negeri AS sendiri.

"Yang jelas akan ada perubahan di politik domestik AS. Namun kami tidak tahu tepatnya bagaimana hal itu akan terjadi," tandasnya.

Menurut hasil penghitungan sementara, Partai Republik telah meraih 180 kursi DPR sedangkan Partai Demokrat meraih 123 kursi. Dalam hal ini untuk bisa menguasai DPR, masing-masing partai harus meraih 218 kursi.

Sedangkan dalam pemilihan Senat, sejauh ini Partai Demokrat masih sedikit lebih unggul dengan meraih 47 kursi, sementara Partai Republik baru meraih 42 kursi. Dibutuhkan minimal 51 kursi untuk meraih kemenangan di Senat.

(nvc/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini