Hal ini terungkap lewat sebuah surat yang diterima redaksi detikcom, Rabu (3/11/2010). Surat yang berkop 'Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia' itu ditujukan kepada Menterian Luar Negeri. Surat bernomor 384/KSAP/DPR-RI/X/2010 dan ditandatangani oleh Deputi Bidang Persidangan dan KSAP Prima NB Nuwa.
"Merujuk berita facsimile KBRI Den Haag Nomor BB-331/DENHAAG/X/10/ tanggal 18 Oktober 2010 dan merujuk surat dari Mr. Wiebe Anema, Deputy Head of Economic Department, Embassy of Netherland di Jakarta, yang memberikan rekomendasi jadwal dan agenda kunjungan Delegasi Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR-RI ke Belanda, maka dengan memperhatikan hal tersebut dan sesuai arahan Ketua Delegasi maka rencana Kunjungan BAKN DPR-RI ke Belanda mohon dijadwalkan kembali menjadi pertengahan November 2010," tulis surat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bawa Istri
Dalam lampiran surat juga tertera daftar nama delegasi BAKN DPR-RI. Jumlah anggota delegasi 9 orang, ditambah seorang istri dari delegasi.
9 Anggota delegasi itu yakni, Ahmad Muzani (F-Gerindra), Yahya Sacawiria (FPD), Edwin Kawilarang (FPG), Eva Kusuma Sundari (FPDIP), Mohamad Sohibul Iman (FPKS), Ismet Ahmad (FPAN), Mustofa Assegaf (FPPP), Nur Yasin (FPKB), dan Fauzi Achmad (F-Hanura).
Sementara untuk pendamping tertera nama Nurjanatul Firdaus, istri Mustofa Assegaf. 6 Orang sebagai sekretaris delegasi dari Setjen DPR-RI, tenaga ahli BAKN, dan pejabat Bappenas, Kemdagri dan BPK, juga turut serta.
(lrn/nrl)











































