"Yang sudah berangkat itu Panja OJK Komisi XI ke Korsel dan ke Jepang tanggal 31 Oktober. Panja Rusun Komisi V ke Rusia tanggal 1 November 2010," ujar Sekjen DPR, Nining Indrasaleh kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/11/2010).
Menurut Nining, masing-masing rombongan berjumlah 10 anggota DPR. Mereka menggunakan pagu anggaran kunjungan kerja yang sudah disediakan Setjen DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso yang sudah menyampaikan larangan bepergian ke luar negeri bagi anggota DPR selama tanggap bencana pun kecewa. Padahal sejumlah anggota DPR sengaja melawat ke lokasi pengungsian bencana letusan Gunung Merapi di Yogyakarta, kemarin.
"Saya sudah peringatkan agar semua menunda. Komisi II dan Baleg sudah menunda," kata Priyo.
Priyo kemudian meminta agar anggota DPR yang masih berada di luar negeri memperpendek studi bandingnya. Ia berharap anggota DPR tanggap terhadap penyelamatan bencana.
"Saya minta untuk segera memperpendek kunjungan di sana," imbaunya.
Sikap anggota DPR seperti ini adalah bukti bahwa statement pimpinan parpol terkait larangan berkunjung ke luar negeri bagi anggota DPR tidaklah efektif. Anggota DPR tetap berangkat sekalipun parpolnya melarang.
Wakil Ketua DPR Anis Matta sebelumnya telah menyampaikan bahwa penundaan kunker ke luar negeri hanya wacana. Anis menyebut sejumlah komisi tidak konsisten dan tetap melawat ke luar negeri.
(van/gun)











































