Jamaah Terlantar, 4 Majmuah Akan Dievaluasi

Laporan dari Arab Saudi

Jamaah Terlantar, 4 Majmuah Akan Dievaluasi

- detikNews
Jumat, 29 Okt 2010 14:17 WIB
Jamaah Terlantar, 4 Majmuah Akan Dievaluasi
Madinah - Kementerian Agama akan melakukan evaluasi terhadap empat majmuah (grup konsorsium perusahaan hotel) menyusul terlantarnya jamaah calon haji di Madinah karena belum siapnya pemondokan. Pemerintah tidak pernah bermaksud menelantarkan jamaah, masalah tersebut terjadi karena situasi darurat.

Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi menyatakan empat majmuah yang akan dievaluasi tersebut adalah majmuah Khomri, Manazili, Manazili Muhtaroh dan Manarah Taba. Keempat majmuah tersebut dinilai tidak konsisten dalam melaksanakan kontrak kerja.

Dalam kontrak yang sudah ditandatangani mereka sudah sepakat untuk menempatkan jamaah Indonesia di dalam wilayah markaziah alias jaraknya dari Masjid Nabawi tidak lebih dari 500 meter. Namun mereka tidak bisa memenuhinya sehingga secara tidak langsung menyebabkan jamaah harus menunggu kurang lebih 8 jam di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Azis (AMAA) dan Terminal Hijrah Madinah.

"Majmuah yang tidak konsisten akan kita evaluasi. Ada empat majmuah yang akan dievaluasi," kata Zainal di Kantor Haji Indonesia Madinah, Jumat (29/10/2010).

Dalam catatan Pendataan Perumahan Daker Madinah, ketidakprofesionalan Majmuah Khomri menyebabkan jamaah kloter 38 dan 42 Surabaya (SUB) serta kloter 38 Bekasi (JKS) terlantar. Majmuah Manazili mengakibatkan kloter 21 Makassar (UPG) dan kloter 11 Palembang terlantar 8 jam di Terminal Hijrah Madinah.

Sementara majmuah Manarah Tabah menyebabkab kloter 20 Surabaya (SUB) dan kloter 37 Solo (SOC) terlantar. Sedangkan majmuah Manazili Muhtarah mengakibatkan kloter 39 Surabaya terlantar dan fasilitas hotelnya buruk.

Meski ada masalah, Zainal menilai secara keseluruhan pemondokan jamaah di Madinah lebih bagus dibandingkan tahun 2009 lalu. Tahun ini 91, 46 persen jamaah bisa menginap di hotel markaziah. Sementara tahun lalu hanya 81 persen yang masuk markaziah.

"Target kita 95 persen, sekarang masih 91,46 persen. Ini lebih bagus daripada tahun kemarin. Mudah-mudahan pada gelombang dua target 95 persen bisa tercapai," kata Zainal.

Kloter 11 Palembang


Zainal juga menjelaskan sistem sewa hotel yang dilakukan pemerintah di Madinah berdasarkan sistem sewa siklus 8 hari bukan sistem sewa musiman. Majmuah mengatur sedemikian ketat waktu menginap di hotel karena juga menyewakan ke jamaah negara lain.

Hal itulah yang antara lain menyebabkan jamaah 11 Palembang hanya bisa menginap satu hari di Hotel Wissam. Jamaah yang sebelumnya sudah terlantar di Terminal Hijrah selama 8 jam itu harus pindah hotel karena kamar mereka akan dipakai oleh jamaah Irak.

"Kita tidak bermaksud menelantarkan. Itu hanya soal waktu. Kita tempatkan
sementara karena untuk mengatasi situasi emergency. Kita bersyukur masih ada
rumah yang bisa kita sewa (meskipun hanya sehari) karena saat itu sedang padat sekali di Madinah," kata Zainal.

Tim Perumahan Daker Madinah, lanjut Zainal, sudah bekerja secara maksimal agar semua jamaah bisa menginap di hotel markaziah.

Agar kasus jamaah terlantar tidak terjadi lagi pada gelombang kedua, pemerintah akan memanggil para majmuah untuk mendesain kembali jadwal penempatan jamaah.
(iy/mad)


Berita Terkait