Macet & Banjir Makin Parah, Foke Akan Dipanggil ke DPR

Macet & Banjir Makin Parah, Foke Akan Dipanggil ke DPR

- detikNews
Selasa, 26 Okt 2010 13:47 WIB
Macet & Banjir Makin Parah, Foke Akan Dipanggil ke DPR
Jakarta - Anggota Komisi V DPR Yudi Widiana Adia berencana segera memanggil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo ke DPR. Pemanggilan terkait penanganan banjir dan kemacetan di Ibukota yang makin parah saat turun hujan.

"Terlebih kondisi tersebut diperkirakan bakal terus berlangsung hingga empat bulan mendatang sesuai prediksi cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)," kata Yudi dalam siaran pers, Selasa (26/10/2010).

Yudi menilai, Pemprov DKI belum menunjukkan langkah-langkah signifikan dalam mengatasi banjir dan kemacetan di Ibukota. Padahal Jakarta perlu penanganan mendesak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahkan hujan yang berlangsung selama tiga jam sejak Senin (25/10) sore membuat lalu lintas Jakarta lumpuh hingga menjelang tengah malam," ujar politisi yang juga menjabat Wakil Ketua DPP PKS tersebut.

Lebih lanjut, jika kondisi semacam itu terus berlanjut, Yudi khawatir akan mendorong masyarakat frustasi. Selain itu, seringnya kejadian banjir dan kemacetan parah juga bisa mengganggu aktifitas ekonomi dan arus investasi ke Ibukota.

"Dari sisi anggaran, besarnya anggaran untuk menangani banjir di DKI Jakarta sudah sangat besar dan setiap tahun terus meningkat. Untuk tahun 2008 saja anggaran pengendalian dan penanganan banjir telah mencapai Rp 916,36 miliar, tahun 2009 telah menembus angka Rp 1,08 trilun, bahkan di tahun 2010 terus naik menjadi Rp 1,34 triliun," urainya.

Tingginya alokasi anggaran pengendalian dan penanganan banjir di Ibukota ternyata tidak sebanding dengan dampak perbaikan yang dihasilkan. Pemprov DKI kurang fokus atau memang tidak berupaya membuat langkah-langkah dan terobosan baru, kecuali sebatas menaikkan anggaran
banjir.

"Itulah mengapa kami berkepentingan memanggil Gubernur DKI Jakarta untuk membicarakan solusi-solusi maupun terobosan dalam mengatasi persoalan banjir dan kemacetan di DKI Jakarta," tutup Yudi.

(ndr/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads