Terbawa Kereta Shinkansen Sampai Nagoya

Oleh-oleh dari Jepang

Terbawa Kereta Shinkansen Sampai Nagoya

- detikNews
Jumat, 22 Okt 2010 15:21 WIB
Terbawa Kereta Shinkansen Sampai Nagoya
Jakarta - Kereta peluru Shinkansen di Jepang tidak hanya melesat cepat. Pintu gerbong Shinkansen pun hanya dibuka sesaat untuk naik turun penumpang. Terlambat sedikit, anda pun terbawa Shinkansen ke kota lain.

Suasana serba bergegas rupanya menjadi kebiasaan para penumpang Shinkansen. Itulah kesan saat menjajal kereta kebanggaan Jepang ini dalam perjalanan dari Tokyo ke Yokohama, beberapa waktu lalu.

Kami sebelumnya membeli tiket pulang pergi seharga 3.000 Yen atau sekitar Rp 300.000. Jika ditempuh dengan Shinkansen, dari Tokyo ke Yokohama hanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar 3 menit sebelum tiba di Stasiun Yokohama, penumpang telah diingatkan melalui speaker phone yang ada di tiap gerbong. Para penumpang segera berdiri dan bergegas menuju setiap pintu gerbong.

Begitu pintu membuka, semua penumpang tujuan Yokohama berdesak-desakan turun. Namun kami tidak tahu kalau pintu hanya membuka sebentar saja. Walhasil, pintu tertutup tanpa kami sempat keluar dari kereta dan langsung menuju Osaka.

Dua orang di antara kami tercecer di kereta yang berjalan cepat menuju Osaka. "Waduh bagaimana ini," kata Ali, salah satu orang yang terjebak di dalam kereta. Sementara Sita yang juga kebingungan mencoba mencari petugas untuk bertanya.

Akhirnya setelah berjalan melalui beberapa gerbong, kami menemukan seorang petugas kereta. Beruntung, petugas itu cukup lancar berbahasa Inggris. Dia hanya tertawa saat kami mengatakan apa yang terjadi.

"Itu biasa kalau baru pertama naik. Pintu memang menutup cepat," katanya sambil tersenyum penuh arti.

Petugas itu lantas mengatakan kereta akan berhenti di Stasiun Nagoya. Kami cukup kaget karena jarak dari Yokohama ke Nagoya masih sekitar 1,5 jam lagi. Belum lagi, kami harus membeli tiket dari Nagoya ke Tokyo yang harganya sekitar 10.000 Yen atau sekitar Rp 1 juta.

Namun petugas itu melegakan kami. Karena kami dianggap 'kecelakaan', kami tidak perlu membeli tiket dari Nagoya ke Tokyo. Untuk kembali ke Tokyo, kami cukup menggunakan tiket Yokohama-Tokyo yang sudah kami beli.

Petugas itu lantas meminta tiket keberangkatan kami. Dia lantas membubuhkan tanda tangan dan cap sebagai tanda kami tidak perlu membeli tiket. Namun dia berpesan agar kami langsung pulang ke Tokyo begitu tiba di Nagoya. Jangan keluar dari stasiun.

Meski awalnya kurang nyaman, peristiwa ini ternyata memberi pengalaman yang cukup menyenangkan. Melalui jendela gerbong Shinkansen yang jernih, kami bisa menyaksikan pemandangan di sepanjang jalur kereta Nagoya-Tokyo.

Sekadar pengingat, Shinkansen mulai beroperasi pada tahun 1964 lalu dan dioperasikan oleh JR Central. Setelah itu, Shinkansen langsung menjadi ikon kebanggaan warga Jepang.

Jepang kini tengah mengembangkan Shinkansen baru yang bisa melaju hingga 550 km per jam. Pemerintah Jepang yang semakin sadar lingkungan, menyarankan warganya untuk bepergian dengan kereta listrik seperti Shinkansen ketimbang menggunakan pesawat yang kandungan emisi CO2 lebih tinggi.

(ken/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads