"Pertama datang bertamu, pelaku nanya, bapak ada enggak di rumah. Katanya dia ada urusan. Pas saya tanya, ada urusan soal apa, dia bilang kalau dia polisi," kata Ani (18).
Ani merupakan salah satu saksi perampokan yang juga pembantu rumah tangga (PRT) di rumah Andi Arslan Djunaedi. Ani yang menjadi salah satu korban perampokan itu ditemui wartawan, Jumat (22/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah saya persilakan masuk, teman-temannya datang. Kami semua diancam disuruh diam," terang Ani.
Nah, saat itu pembantu pria, Gufron langsung mencoba menelepon majikannya. Perampok yang membawa pistol rakitan langsung mengeluarkan senjatanya.
"Nembak dua kali, yang pertama enggak kena yang kedua kena perut bagian kiri," tambahnya.
Setelah menembak, pelaku masuk ke dalam kamar majikannya, dan mengambil sejumlah barang berharga. "Setelah itu mereka kabur memakai sedang berwarna biru," tutupnya.
Diketahui 5 perampok yang beraksi di Kompleks PLN Senayan membawa kabur uang Rp 50 juta dan sejumlah perhiasan. "Pelaku membawa satu jam tangan, uang Rp 50 juta dan beberapa perhiasan," ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Gatot Edy di lokasi kejadian, Jl Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Menurut Gatot, berdasarkan keterangan saksi mata, pelaku datang dengan menggunakan mobil sedan berwarna biru sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka mengaku tamu pemilik rumah.
(ndr/ken)











































