Kapolda Metro Kritik Polantas Yang Bertubuh Tambun

Kapolda Metro Kritik Polantas Yang Bertubuh Tambun

- detikNews
Kamis, 21 Okt 2010 22:42 WIB
Kapolda Metro Kritik Polantas Yang Bertubuh Tambun
Jakarta - Menjadi polisi, apalagi polisi lalu lintas, memerlukan kelincahan untuk berlari cepat agar bisa mengejar pelaku kejahatan di jalanan. Bagi polisi yang bertubuh tambun, tentunya hal ini akan menghambat kinerja di lapangan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman pun mengkritik polantas yang bertubuh tambun. "Saya berpesan kepada anggota lalu lintas yang jalannya sudah berat di jalan, lari-lari, di situ (Mapolda Metro) ada fitnes," kata Kapolda.

Hal itu diungkapkan Kapolda dalam sambutan acara Penerimaan Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008 di gedung Tifa Kencana, Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, lain halnya bagi Polisi Wanita (Polwan). Kapolda menilai, Polwan yang
bertubuh gemuk bermanfaat.

"Polwan yang gemuk-gemuk itu efektif untuk tangani yang unras (unjuk rasa). Secara psiokologis ada manfaatnya pula," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga berpesan agar polantas melayani masyarakat dengan hati. Karena menurutnya, keinginan masyarakat tidak akan terwujud tanpa dibarengi kinerja polantas yang memiliki hati bersih.

"Kemampuan yang hebat harus disertai dengan hati, latihan yang jujur, menjadi penolong," katanya.

Jendral bintang dua ini menyadari, pelayanan kepolisian di bidang masyarakat khususnya dari lalu lintas, masih banyak kekurangan. Untuk itu, Kapolda meminta agar Direktorat Lalu Lintas meningkatkan standar mutu pelayanan.

"Masyarakat masih menilai kekurangan dalam lalu lintas, tapi dengan step by step dilakukan perubahan dan pembenahan-pembenahan. Tidak perlu belajar teori-teori yang muluk-muluk, intinya perubahan dari hati, dari diri kita akhirnya penuhi keinginan masyarakat," tutup Sutarman.
(mei/lia)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads