"Sedari 15 September FB saya dibajak. Dia mengganti password dan alamat email sehingga tidak bisa akses," ujar Ari kepada detikcom, Kamis (21/10/2010).
Setelah mendapatkan akses FB Ari yang beralamat di "Ari Dwipayana Full", si pembajak menawarkan laptop dan ipad kepada orang-orang yang berada di daftar temannya. Laptop merek Apple ditawarkan dengan harga Rp 2 juta. Sedangkan ipad ditawarkan seharga Rp 1,5 juta. Harganya murah karena dikatakan sebagai barang lelang bea cukai.
"Banyak yang tertarik dan menghubungi. Lalu ada yang mentransfer sejumlah uang. Dia memberikan 5 nomor telepon dan memberikan beberapa rekening bank. Setelah dikirim uang oleh teman saya, teman saya itu diremove oleh orang itu," tutur Ari.
Menurut dia, si pembajak ini aktif chatting. Beberapa teman Ari yang online dihubungi olehnya. Namun percakapan tidak pernah berjalan lama. Dia lebih suka menghubungi calon korbannya dengan pesan yang dikirim di kotak masuk FB. Dia juga tidak melayani percakapan dinding (wall to wall). Namun orang yang kemudian mengaku sebagai keponakan Ari ini tidak segan untuk menelpon calon korbannya yang mencantumkan nomor handphone.
"Saat chatting sama teman saya dia suka menanyakan data pribadi teman saya, seperti alamat, nama anaknya. Mungkin dia juga berniat membajak e-mail teman saya," lanjut dia.
Saat itu, Ari menggunakan password nama anaknya. Informasi tentang dirinya pun dengan mudah terlihat di halaman profil. Saat dibajak, di FB Ari terdapat sekitar 5.000 orang dalam daftar temannya.
"Jadi berdasarkan ini, jangan pernah mencantumkan e-mail dan data pribadi sembarangan. Lalu password juga jangan yang berhubungan dengan keluarga dan data pribadi agar tidak mudah ditebak," sambung Ari.
8 Orang temannya menjadi korban penipuan Ari Dwipayana palsu. Sehari setelah dibajak, dia melaporkan peristiwa tersebut ke Polda DIY. "Setelah menyelidiki, polisi menyebutkan ada lokasi yang dicurigai keberadaan orang itu dari nomor teleponnya, yaitu daerah Sulawesi Selatan," terangnya.
Dia menyampaikan, pelaku menggunakan 5 nomor Hp yang berbeda-beda yaitu 085298798661, 085298774114, 085298829756, 085221805598, 085298829737. Dia juga memakai beberapa nomor rekening di empat Bank yang berbeda: yakni BNI 08180196663 atas nama Hasmi Hamid, BRI 3420-01-033942-53-5 atas nama Irfan, BRI 05001071801503 atas nama Muh Ali Akbar, dan Bank Mandiri 1520011278237 atas nama Muhamad Haris.
"Lalu saya berupaya menghubungi teman melalui FB, SMS serta mencoba menutup akun itu dengan cara melaporkan dan Blokir secara bersama-sama ke admin FB. Hebatnya ia mengganti nama akun itu ke Ari Dwipayana Aagn mirip dengan akun saya yang baru," jelas Ari.Β
Ari pun menyarankan bagi pengguna situs jejaring sosial agar segera mengganti password dengan yang rumit dan jangan pernah mencantumkan data pribadi di profile. "Dan satu lagi jaga keamanan email pribadi Anda karena pembajakan FB bisa dimulai dari pembajakan email," ucapnya mengakhiri perbincangan.
(vit/fay)











































