Banyak yang menyebut mahasiswi kriminologi itu sebagai wanita paling berani di Meksiko. Sebab Garcia merupakan satu-satunya orang yang mau menerima jabatan kunci tersebut. Apalagi mengingat belakangan ini kerap terjadi penculikan bahkan pembunuhan perwira polisi.
Garcia pun mengakui ketakutan itu juga dirasakannya. "Ya, memang ada ketakutan," kata Garcia dalam wawancara seperti dilansir CNN, Kamis (21/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Garcia, peran kepolisian yang dipimpinnya adalah sebagai alat antikekerasan. "Senjata yang kami punya adalah prinsip dan nilai-nilai, yang merupakan senjata terbaik untuk pencegahan," tutur Garcia.
"Pekerjaan kami akan murni pencegahan. Kami tak akan melakukan hal lain kecuali pencegahan," tandasnya.
Garcia memimpin aparat kepolisian yang hanya terdiri dari 13 petugas, sembilan di antaranya perempuan. Kota tempat Garcia memimpin kepolisian dihuni oleh hampir 10 ribu jiwa. Kota tersebut terletak di negara bagian Chihuahua, Meksiko.
(ita/nrl)










































