Pengoperasian koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) dan X (Cililitan-Tanjung) dinilai mampu mengangkat kembali citra Fauzi yang telah memimpin ibukota Jakarta selama 3 tahun ini.
"Kalau sesuai dengan rencana awal, pengoperasian koridor IX dan X ini bisa sedikit mengangkat citra gubernur. Makanya ini harus benar-benar direalisasikan," ujar Ketua Komisi B DPRD DKI Selamet Nurdin saat berbincang dengan detikcom, Kamis (21/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Operator untuk dua koridor itu belum ada, dan baru dilelang. Ini harus lebih cepat dari deadline yang ditentukan gubernur kalau tidak bisa molor lagi," terang Ketua DPW PKS Jakarta ini.
Menurut pria yang akrab di sapa Didin ini, Komisi B yang membidangi transportasi juga telah melakukan peninjauan pabrik pembuatan bus transJakarta yang berbahan bakar gas. Dari sisi pengadaan bus menurutnya tidak ada masalah, karena target merampungkan 25 bus gandeng dan 64 bus single bisa dirampungkan sebelum akhir tahun.
"Perbaikan halte dan separator bisa dikebut, tapi operator ini yang mungkin agak sulit. Dan ini yang harus diperhatikan betul-betul oleh Pemprov. Kalau sampai meleset lagi, nama gubernur jadi taruhannya," imbuhnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Fauzi Bowo, mengatakan, dua koridor tersebut akan mulai beroperasi akhir tahun ini.
"Sudah pasti bakal jalan bulan Desember," ujar Fauzi kepada wartawan di Balaikota DKI beberapa waktu lalu di Balaikota.
Menurut pria yang akrab di sapa Foke ini, jajarannya sudah bekerja keras untuk dapat merealisasikan pengoperasionalan busway dua koridor tersebut. Pabrik pemenang tender pengadaan bus transJakarta pun sudah di genjot untuk bisa merampungkan pembuatan bus berbahan bakar gas tersebut.
"Kemarin Pak Wagub (Prijanto) sudah meninjau pabriknya langsung. Persiapan perbaikan koridornya juga sudah dilaksanakan," imbuhnya.
(her/lrn)










































