"Saya berharap betapa pun pahitnya semua kritikan kepada pemerintah harus dianggap sebagai kritik yang membangun jangan sampai kritik itu bermuara pada penjatuhan presiden," kata pria yang akrab disapa Ical di acara Rapimnas Golkar, Hotel Borobudur, Lapangan Banteng Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (19/10/2010).
Ical mengatakan, Golkar mempunyai satu sikap untuk membiasakan bangsa ini menghormati masa jabatan seorang presiden. Masa jabatan itu berlangsung 5 tahun sekali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ical, menghormati wibawa presiden selama masa jabatannya harus mendapat perhatian dari seluruh kader Golkar. "Yang penting dari partai Golkar untuk membiasakan diri begitu memilih kita menghormati sesuai dengan term atau waktunya kepada seseorang yang menjadi presiden," tukasnya.
Santer beredar kabar, sejumlah elemen menyatakan akan menggelar aksi memperingati satu tahun pemerintahan SBY-Boediono pada 20 Oktober besok. Bahkan ada kabar yang menyebutkan aksi tersebut mengagendakan penggulingan Presiden SBY.
(ape/ape)










































