"Silakan demo, itu bagian dari demokrasi. Tapi jangan sampai melakukan tindakan anarkis dan merusak fasilitas umum," ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (19/10/2010).
Menurut pria yang akrab disapa Foke ini, jajarannya siap mengamankan fasilitas umum yang ada di Jakarta. Bagi mereka yang merusak fasilitas umum akan ditindak tegas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Kasatpol PP DKI Jakarta Effendi Anas mengatakan, untuk mengatasi keamanan di Balaikota dan silang Monas, Pemprov DKI Jakarta akan menerjunkan 300 petugas Satpol PP. Selain itu di tiap walikota juga disiagakan petugas Satpol PP.
"Total kita siapkan 800 personil. 300 di Balaikota dan sekitar Monas, sedangkan di lima wilayah kita sediakan 100 personil," kata Effendi saat dihubungi wartawan.
Demo di Jakarta memang terkadang diwarnai kericuhan. Satu peristiwa yang belum kita lupakan adalah demo hari buruh pada tahun 2006. Saat itu, ribuan buruh yang menggelar orasi di depan Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Barat merusak sejumlah fasilitas umum.
Bahkan satu armada busway koridor I dirusak oleh massa sesaat sebelum mereka membubarkan diri. Bus tersebut bahkan sempat akan dibakar namun berhasil digagalkan oleh petugas polisi.
Tidak hanya merusak busway, para buruh juga menghancurkan pengatur lalu lintas. Mereka juga melemparkan pot taman ke tengah jalan. Saat itu, situasi Jakarta sungguh kacau.
(her/ken)










































