Atas hasil ini, Pude menempati urutan ketiga untuk kategori perempuan dari 14 etape pada tahun ini. Etape tahunan ini melintasi Chile, Cina, Mesir dan Antartika. Tantangannya yaitu berjalan dengan cuaca yang paling panas, terkering hingga paling dingin di bumi.
"Ini lebih dari pada panas," kata Pude seperti dikutip dari Telegraph, Selasa, (19/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pude berasal dari Whitley Bay, Tyne and Wear. Tapi dia telah lama menetap di Perth, Australia bersama putranya, Dexter.
"Perjalanan ini sangat brilian. Kamu bisa menjadi satu-satunya orang di dunia yang bisa keluar dari sana. Ini lebih dari sekedar panas," katanya.
"Pemandangan yang sungguh mengagumkan, benar-benar indah," lanjutnya.
Pude menyelesaikan perlombaan untuk mengumpulkan uang bagi orang yang menderita gangguan otak Leukodystrophy.
Kakak Paud, Paula Breen mengatakan bahwa Paud telah memenangkan lomba tersebut untuk dirinya sendiri.Β "Dia adalah orang yang sangat aktif, tetapi dia tidak pernah melakukan ini sebelumnya," tegas Breen.
Paud juga memegang sabuk hitam Dan 4 Tae Kwon Do di klub Monkseaton High School, Whitley Bay, Inggris. Ketika dia pindah ke Australia, dia mendaftar untuk melatih petugas polisi.
(asp/mok)











































