Diplomasi Indonesia melalui makanan tersebut kembali dilakukan KBRI Oslo dengan berpartisipasi dalam United Nation Day Reception 2010 di Benteng Akershus, Oslo, Jumat (15/10/2010).
Bersama dengan 44 perwakilan negara-negara asing di Oslo, antara lain AS, Rusia, Jepang, Cina, Venezuela, Thailand, Argentina, Sudan, Irak, Spanyol, Vietnam, Slovakia, Afrika Selatan dan Belanda, KBRI Oslo menyuguhkan kuliner Indonesia bagi sekitar 300 tamu yang hadir dalam resepsi peringatan hari lahir Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang secara rutin diselenggarakan oleh organisasi International Forum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Febby, jika biasanya sate ayam sebagai masakan andalan, KBRI Oslo dalam UN Day Reception 2010 kali ini mengajak tamu untuk menikmati sajian jamuan kopi hangat serta camilan khas Indonesia, yaitu onde-onde, pisang goreng keju, bolu pandan, kembang goyang, dan keripik pisang.
"Kue-kue khas tersebut tak kalah pamor dengan makanan khas yang diusung perwakilan asing seperti sushi dari Jepang, Samosa dari Pakistan, Salmon dari Norwegia atau keju dari Belanda," terang Febby.
Buktinya, lanjut Febby, animo tamu terhadap suguhan kulinari Indonesia sangat tinggi, terlihat dari antrian panjang untuk memperoleh hidangan khas Indonesia tersebut.
"Mereka juga banyak bertanya mengenai pembuatan hidangan serta kemudahan memperoleh bahan makanan Indonesia di Norwegia," imbuh Febby.
Peluang pada resepsi internsional itu juga dimanfaatkan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia dengan menyediakan informasi dalam bentuk leaflet dan brosur. (es/es)











































