Ditargetkan Jadi Capres 2014, Ical Punya Problem Popularitas

Ditargetkan Jadi Capres 2014, Ical Punya Problem Popularitas

- detikNews
Sabtu, 16 Okt 2010 12:53 WIB
Ditargetkan Jadi Capres 2014, Ical Punya Problem Popularitas
Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, yang ditargetkan menjadi Capres 2014 dinilai memiliki masalah popularitas. Popularitas Ical masih jauh dibandingkan SBY dan Megawati.

"Saya kira itu tidak terlalu dini malah. Karena, Golkar kan smooth (lembut). Ini akan diwacanakan terus menerus oleh orang-orang terdekat Aburizal Bakrie, terutama di struktur Golkar. Mengapa saya sebut tidak terlalu dini? Karena Aburizal Bakrie mempunyai problem-problem popularitas," kata pengamat politik Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi.

Hal ini disampaikan Burhanuddin usai menghadiri diskusi Polemik Trijaya bertajuk "Setahun SBY-Boediono" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Popularitas Ical, menurut Burhanuddin, masih jauh jika dibandingkan dengan SBY maupun Megawati.

Burhanuddin mengatakan, waktu 3,5 tahun sebelum sampai ke tahun 2004 itu bukan waktu yang pendek. Karenanya, dengan mewacanakan dari awal Aburizal maju sebagai capres meskipun itu bukan pernyataan Aburizal Bakrie sendiri dan bukan pernyataan resmi Golkar itu akan membantu meningkatkan rating awareness publik bahwa Aburizal dapat menjadi salah satu kandidat Capres 2014.

Dikatakan dia, Golkar telah belajar dari pengalaman sebelumnya ketika JK terlambat diumumkan menjadi Capres 2009. Hal itu membuat popularitas dan elektabilitas JK lambat untuk didorong.

"Dengan mengambil posisi lebih awal memunculkan nama Aburizal Bakrie, saya kira elit-elit Golkar sedang belajar dari pengalaman sebelumnya. Pada saat yang sama juga mengkondisikan elit Golkar pada saatnya nanti tidak terlalu kaget jika Aburizal diputuskan (sebagai Capres).
Lain halnya, ketika saat itu terlalu mendadak seperti kasus JK," papar Burhanuddin.

Burhanuddin menambahkan, JK baru diusung bulan April setelah Pileg dan itu terlambat untuk sampai bulan Juli 2009 saat Pilpres.

"Ketika terlambat akhirnya malah terjadi tarik menarik antara tokoh Golkar sendiri karena masing-masing merasa punya hak untuk dicalonkan sebagai Capres. Saya kira orang Golkar sudah belajar dari pengalaman," ujar dia.

Ketua DPP Partai Golkar, Firman Subagyo, pada Jumat 15 Oktober 2010 mengatakan, Rampinas I Partai Golkar salah satunya akan membahas masalah pencapresan. Di dalam hal ini, Golkar mencalonkan ketua umum sebagai bakal capres.

Menurut dia, pengajuan Ketum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie sudah merupakan sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh Partai Golkar. Sebab di dalam tataran ideal partai politik, ada semacam keharusan untuk memasang target dapat mengusung ketua umum sebagai Presiden RI.

(aan/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads