"Itu kan baru informasi dari warga (kena peluru nyasar polisi) perlu diselidiki kebenarannya. Saat ini reskrim dan intelkam sudah ke RS koja untuk meminta keterangan saksi," ujar petugas Intelkam Polres Jakarta Utara Iptu Ali saat dihubungi detikcom, Rabu (13/10/2010).
Menurut Ali, dugaan korban terkena peluru nyasar polisi tersebut bisa dibuktikan dengan keterangan saksi-saksi di lokasi dan juga proyektil peluru yang diduga masih bersarang di tubuh Indra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejadian bermula saat dua orang yang diduga polisi berpakaian preman mengejar kawanan bajing loncat di Jl Arteri Marunda atau tepatnya di depan SMPN 244, Cilincing, Jakarta Utara sekitar pukul 19.00 WIB. Saksi mata sempat mengatakan salah seorang yang diduga polisi tersebut mengeluarkan tembakan ke arah buruannya.
Namun tiba-tiba, Satria yang kebetulan sedang nongkrong di depan SMPN 244 merintih kesakitan. Satria langsung tersungkur dengan tiga luka tembak luka di perut sebelah kanan, tulang kering sebelah kanan, dan pergelangan tangan kanan. Korban oleh warga kemudian langsung dibawa ke RS Koja.
(her/gah)











































