Presiden SBY Terbang ke Wasior

Presiden SBY Terbang ke Wasior

- detikNews
Rabu, 13 Okt 2010 10:48 WIB
Presiden SBY Terbang ke Wasior
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan rombongan hari ini bertolak ke Wasior, Papua Barat, untuk mengunjungi korban banjir bandang yang menewaskan 148 orang. Selama dua hari, Presiden akan memantau secara langsung dan mencari sumber utama penyebab terjadinya banjir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom dari Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan, Rabu (13/10/2010), Presiden dan rombongan telah terbang ke Wasior dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pukul 07.00 WIB.

Rencana kedatangan Presiden SBY dan rombongan ke lokasi banjir bandang di Wasior telah disiapkan secara matang. Pasukan katak dari TNI AL telah menyisir laut untuk memastikan tidak ada sabotase bom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu di darat, jalanan yang penuh lumpur juga mulai dilempangkan untuk kedatangan SBY.

Di Wasior nanti, Presiden rencananya akan bermalam di kapal perang milik TNI Angkatan Laut. Alasan SBY memilih kapal perang, karena dimungkinkan dia dan rombongan bisa lebih lama di sana.

Pantauan detikcom di lokasi, petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU), terlihat membersihkan jalan utama dari lumpur, kayu atau pun kerikil yang masih banyak berserakan. Jalan utama untuk presiden itu saat ini masih digenangi lumpur setinggi 30 cm. Sementara jalan berlubang atau tidak rata ditambal pasir agar pijakan lebih kuat.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Menko Kesra Agung Laksono, dan Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri juga telah mengunjungi lokasi banjir Wasior.

Senin 4 Oktober lalu, Kecamatan Wasior, Kab Teluk Wondama diterjang air bah yang menyebabkan seluruh sarana infrastruktur di Wasior luluh lantak, termasuk lapangan udara. Ribuan warga diungsikan ke Manokwari. Sejumlah bantuan pun dikirim.

Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) terus menemukan korban tewas dalam banjir bandang di Kecamatan Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Korban tewas terakhir tercatat 148 orang, dan korban hilang 123 orang.

(anw/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads