BSMI-KKSS Datangkan Alat Berat ke Wasior

BSMI-KKSS Datangkan Alat Berat ke Wasior

- detikNews
Minggu, 10 Okt 2010 14:34 WIB
BSMI-KKSS Datangkan Alat Berat ke Wasior
Jakarta - Lembaga Kemanusiaan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) bekerjasama dengan Kerukunan Keluarga Sulawesi-Selatan (KKSS) Papua Barat mendatangkan bantuan alat-alat berat dan logistik ke Wasior, Papua Barat. Alat-alat berat itu akan membantu evakuasi mayat yang masih tertimbun reruntuhan bangunan.

Alat-alat berat itu didatangkan pada Jumat 8 Oktober 2010 dini hari, demikian rilis dari BSMI yang diterima Minggu (10/10/2010).

Koordinator relawan BSMI Cabang Papua Barat, Amir, mengatakan bantuan alat-alat berat yang didatangkan tersebut berupa ekskavator, buldoser, truk tangki air, dan dua mobil untuk operasional. Sedangkan logistik yang dibawa berupa beras, mi instan, air minum, dan pakaian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alat-alat berat itu akan digunakan untuk membantu evakuasi mayat yang masih tertimbun atau terjepit reruntuhan bangunan dan pohon yang tumbang, serta membersihkan kota Wasior dari sampah pasca banjir," ujar Amir.

Bantuan tersebut dibawa dari Manokwari Kamis 7 Oktober malam dengan Kapal sewa LPP Sorong Selatan bersama 16 relawan BSMI dan relawan KKSS Papua Barat. Rencananya dua atau tiga hari ke depan alat berat akan didatangkan lagi untuk membantu proses evakuasi mayat dan membersihkan sampah yang sulit dibersihkan dengan tenaga manusia.

Hingga saat ini Wasior masih dipenuhi lumpur dan sampah bangunan maupun pohon besar dan batu-batu dari pegunungan yang menghalangi jalan.

"Saat ini, Wasior seperti kota mati. Listrik belum nyala dan korban selamat pun sudah mengungsi ke kota-kota terdekat seperti Manokwari, Biak dan Nabire," lanjutnya.

Meski pun demikian, para pengungsi tersebut masih menumpuk di Dermaga Kuripasai karena transportasi laut belum lancar. Oleh sebab itu, fokus BSMI saat ini adalah mengevakuasi mayat di beberapa desa yang masih terisolir seperti Suobei dan Wasior Kampung.

"Di dua desa ini bau mayat sangat menyengat karena masih banyak mayat yang belum dievakuasi," ungkap Amir.

Selain mengevakuasi mayat, BSMI juga akan mendirikan posko kesehatan bagi korban selamat. Sebab, posko kesehatan masih sangat minim dan belum bisa diakses dengan mudah oleh para korban selamat.

Padahal, para korban selamat tersebut kini mulai terserang penyakit seperti diare, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), dan gatal-gatal. Untuk memudahkan akses layanan kesehatan tersebut, BSMI akan melakukan mobile klinik dengan membawa tim medis ke posko-posko pengungsian dan desa-desa yang masih terisolir. Tim medis ini berasal dari BSMI Cabang Makassar dan sudah diberangkatkan ke Wasior pada Minggu (10/10/2010) pagi dengan membawa obat-obatan.

Berdasarkan data dari Basarnas, hingga Minggu ini, korban meninggal dunia sudah mencapai 126 dan laporan orang hilang sebanyak 116. BSMI sendiri membuka rekening bantuan banjir bandang di Wasior melalui rekening ke Bank Syariah Mandiri Cab Tanjung Priuk No Rek 0200038569.

(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads