"Kalau kita menghitung terdapat 27 titik rawan banjir dan rob yang berasa di wilayah Jakarta Utara," ujar Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono di kantor Walikota Jakarta Utara, Jl. Yos Sudarso, Jakarta Utara, Jumat (8/10/2010).
Menurut Bambang, penyebab terjadinya banjir di Jakarta Utara disebabkan tingginya curah hujan yang akhir-akhir ini turun, di samping adanya banjir kiriman dan tersumbatnya saluran drainase.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk rob, lanjut Bambang, disebabkan oleh air laut pasang, dan tidak optimalnya tanggul penahan air laut.
"Ada juga perilaku masyarakat yang melubangi tanggul sehingga menyebabkan air laut masuk," jelasnya.
Bambang menjelaskan, pemerinta kota tengah menyiapkan beberapa pengendalian bencana dan banjir seperti peringatan dini terhadap warga, persiapan sarana dan prasarana.
"Telah disiapkan 3.193 personel, menyediakan sekitar 52 pompa di 18 titik di wilayah Jakut," terangnya.
Bambang juga mengimbau agar warga menjaga lingkungan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan penanaman pohon.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Bidang Pengairan, Irfan Amka, mengatakan saat ini terdapat sekitar 1800 meter kubik sampah yang terdapat di kali di Jakarta Utara.
"Dalam setahunnya ada 657 ribu meter kubik sampah ," kata Irfan. (fiq/ndr)










































