"Jangan terlalu ditanggapi dengan kebakaran jenggot. Ini urusan demokrasi saja, ini urusan melanggar tatib, nggak perlu dibilang lebay," ujar anggota Komisi III, Trimedya Pandjaitan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (8/10/2010).
Di mana politisi dari FPDIP ini, sikap saling berkeras membenarkan pendapat itu hal yang biasa. Sebagai anggota-anggota dewan yang baru bertugas di DPR, menurutnya memang butuh adapatasi dengan tata tertib yang berlaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepengetahuannya, pertemuan silahturahmni antara Pimpinan DPR dengan Timur Pradopo selaku calon Kapolsi memang di luar kelaziman. Sebab
sejak era Kapolri Dai Bachtiar, pertemuan seperti ini belum pernah dilakukan oleh pimpinan DPR.
"Dari dulu memang sejak Pak Dai (saat masih berstatus calon Kapolri)belum pernah ada undangan seperti ini sebelum fit and propper test," jelasnya.
Apakah sikap anggota PDIP yang turut menandatangani nota protes itu atas arahan Fraksi?
"Dari Pak Tjahtjo nggak ada perintah apa-apa," tegas pria berkacamata ini.
Sebelumnya Ketua DPR Marzuki Alie, mengatakan anggota Komisi III lebay dengan mengajukan protes kepada pimpinan yang mengundang Komjen Pol Timur Pradopo pada Rabu (6/10). Anggota Komisi III juga dinilai terlalu rajin mengomentari semua hal yang ada di DPR termasuk alat-alat kelengakapan.
"Saya lihat kadang-kadang Komisi III itu lebay (berlebihan). Semua dikomentari. Keberangkatan Komisi IV ke luar negeri dan Komisi VIII dikomentari, termasuk urusan BURT juga diurusi. Padahal kan itu ada urusannya masing-masing," kata Marzuki.
(lia/lh)










































