"Saya ingin silaturahmi ini diimplementasikan secara institusi karena silaturahmi kita sekarang ini hanya basa-basi, koalisi basa-basi, aliansi basa-basi, dan ini harus dihentikan," ujar Din saat memberikan sambutan dalam silaturahmi yang digelar DPP Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jl Anggrek Neli, Slipi, Jakarta, Kamis (7/10/2010).
Pernyataan Din mendapat tepuk tangan dari peserta silaturahmi. Sederetan petinggi Golkar seperti Ketum Golkar Aburizal Bakrie, mantan Ketum Golkar Jusuf Kalla, Wakil Ketum Golkar Agung Laksono dan lainnya pun ikut memberi tepuk tangan untuk Din.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami Muhammadiyah tidak segan-segan mengkritisi pemerintahan sama dengan Golkar. Sepertinya Golkar dan Muhammadiyah dapat bersama-sama," ujar Din sambil tersenyum.
Sikap Din yang sangat bersahabat ini pun kembali mendapat penghargaan dari
kader Golkar yang hadir. Kader Golkar yang hadir pun nampak serius menyimak 'kultum' Din yang amat jarang dilakukan di kantor Golkar itu.
Din kemudian menyampaikan imbauan kepada pemerintah agar serius mengurus rakyat. Jika tidak, ia akan mengkritik lebih keras kebijakan-kebijakan yang digulirkan pemerintah.
"Pemerintahan harus memperhatikan kesejahterakan rakyat, dan ketika pemerintah melupakan ini maka harus diapresiasi," tegas Dien.
Apa yang disampaikan Din diamini Ical. Ia menyambut positif niat baik Din untuk menjamin keakraban lebih dari basa-basi.
"Saya kira saya setuju, koalisi memang tidak boleh basa-basi dan itu yang sedang dilakukan Golkar," tegas Ical usai acara.
Ical pun menegaskan komitmennya untuk berjalan beriringan dengan Muhammadiyah untuk mengkritisi pemerintah jika kebijakan yang diambil tidak memperhatikan kepentingan rakyat.
"Golkar akan mendukung Pemerintah jika Pemerintah memperhatikan rakyat dan akan mengkritisi jika Pemerintah mulai menjauhi itu," tegasnya.
(van/irw)











































