"Sudah (berhasil dievakuasi) sekitar pukul 03.00 WIB sampai 03.30 WIB," ujar petugas Operations Center PT KA Wandi ketika dihubungi detikcom hari ini pukul 05.45 WIB.
KRL yang menabrak truk sampah itu, imbuhnya, kini ditarik ke Depo KRL Bukit Duri. Jalur kereta untuk pagi ini pun kembali normal, termasuk listrik aliran atas (LAA) KRL yang tiangnya tertabrak kemarin juga sudah normal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara petugas Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya mengatakan truk sampah Dinas Kebersihan DKI itu sudah dibawa ke Polda Metro Jaya, sekitar pukul 04.00 WIB.
Kronologis tertabraknya truk oleh KRL Serpong - Tanah Abang, menurut situs TMC diduga pengemudi truk bernomor polisi B 9721 ZQ tersebut melanggar lampu lalu lintas di perlintasan rel.
Akibatnya KRL yang sedang melaju cukup kencang dari arah Kebayoran Lama menuju Tanah Abang menabrak truk lalu menyeret badan truk sejauh puluhan meter. Tiang aliran listrik KRL ikut jatuh pula menimpa bagian atas kereta.
Sedangkan petugas Operations Center PT KA Tebe mengatakan KA tersebut menabrak truk hingga berhenti karena mengenai tiang listrik. "Dia nerobos, kejebak macet," ujar Tebe.
Sebelumnya, saksi mata Anto yang dikonfirmasi detikcom mengatakan truk tersebut tidak menerobos palang pintu perlintasan, melainkan terjebak macet dan posisi truk masih di perlintasan sehingga KRL melintas.
"Truk itu bukan menerobos, karena macet otomatis palang lintasan otomatis nggak bisa ketutup, kereta lewat," jelas Anto.
Padahal petugas penjaga lintasan KA itu, imbuh Anto, sudah memperingatkan masinis. Petugas terlihat sibuk hingga memberikan sinyal dengan mengacung-acungkan bendera.
"Truk yang ditabrak bak terbuka. Habis nabrak kereta langsung berhenti dan korslet aliran listriknya. Truknya malang di perlintasan," imbuh Anto yang saat itu hendak pulang ke rumahnya di kawasan Senayan ini.
(nwk/lia)










































