"Pak Timur saya kira merupakan figur yang mampu berkomunikasi secara baik dengan semua elemen. Kami melihat tidak ada masalah," ujar Koordinator FPI Bidang Hukum, Munarman, kepada detikcom, Rabu (6/10/2010).
Munarman tidak mau hubungan antara FPI dengan Timur terlalu dipolitisir. Pria yang juga bertindak sebagai koordinator aksi lapangan FPI ini lantas menuding pihak yang memunculkan isu tersebut terlalu berpikiran sempit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pihak yang memunculkan wacana ini sungguh rasis. Setiap kali ada pejabat yang dekat dengan ormas Islam kok dianggap salah. Mereka tidak mau Timur dekat semua pihak, maunya dekat dengan mereka saja," ujar Munarman.
Seperti diketahui, Presiden SBY membuat kejutan dengan mencalonkan Timur sebagai calon tunggal Kapolri. Timur dipilih setelah beberapa jam sebelumnya Kapolri menaikkan jabatan dia sebagai Kabaharkam Polri sehingga pangkat Timur naik menjadi bintang tiga.
Timur Pradopo lahir di Jombang, Jatim, 10 Januari 1956. Dia merupakan lulusan Akpol 1978. Dia pernah menjadi Kapolres Jakarta Barat pada 1997-1999 saat peristiwa Trisakti dan Semanggi meletus, Kapolres Jakarta Pusat (1999-2000), dan Kapolwiltabes Bandung (2001) serta menjadi Kapolda Banten, Kapolda Jabar dan terakhir Kapolda Metro Jaya.
(nrl/ndr)











































