Petugas keamanan RSUD Ashari Irwan M mengatakan, di dalam ruang jenazah saat ini masih dilakukan otopsi oleh petugas. Sejumlah keluarga korban tampak berada di dalam ruang tersebut, Sabtu (2/10/2010).
Tangisan histeris terdengar dari dalam ruangan. Ada juga anggota keluarga yang menangis setelah mengetahui anggota keluarganya menjadi korban tewas dalam kecelakaan antara KA Argo Anggrek dan KA Senja Utama itu.
Hingga saat ini korban tewas akibat kecelakaan tersebut ada 36 orang. Puluhan lainnya luka-luka ada yang parah dan ringan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersedia menanggung semua biaya pengobatan para korban luka-luka hingga sembuh. Sementara untuk korban tewas, akan ada santunan dari Jasa Raharja.
Hingga pukul 17.50 WIB, evakuasi korban masih terus dilakukan. Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) sudah terjun ke lokasi untuk menyelidiki kecelakaan tersebut.
Sementara itu masinis kedua kereta yang kecelakaan telah dimintai keterangan polisi. Namun hingga kini, status keduanya masih saksi. Selain masinis, polisi juga memeriksa asisten masinis kedua kereta dan sejumlah pihak yang terkait kecelakaan.
(ken/djo)











































