"Istri saya dan anak saya bersembunyi di kuburan saat rumah kami dilempari," kata seorang warga, Mahfudin di lokasi, Sabtu (2/10/2010).
Kuburan itu terletak beberapa puluh meter di belakang pemukiman penduduk
Ahmadiyah. "Ada sekitar 3 jam sembunyi di sana," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya merusak rumah warga Ahmadiyah, massa juga mengeluarkan isi rumah warga. Sedikitnya 12 kursi milik Umi Salamah (81), warga lainnya, habis dibakar massa.
"Kursi saya 12 dikeluarin, lalu dibakar. Spring bed juga dikeluarin dan dibakar di masjid," katanya.
Kini, jendela rumah milik Umi dan Mahfudin sudah tidak berkaca lagi. Begitu juga dengan puluhan rumah warga lainnya. Bahkan, rumah Hidayat, Mubalig Ahmadiyah, betul-betul rusak dibakar massa. Seisi rumah Hidayat telah habis dikeluarkan dan dibakar.
"Motor Pak Hidayat dibakar," kata Mahfudin.
Saat kejadian, Hidayat sendiri tidak berada di rumahnya. "Dia sedang ke Bandung," kata Mahfudin.
Jumat, 1 Oktober malam sekitar pukul 19.00 WIB, ribuan massa mendatangi ke pemukiman kelompok Jemaah Ahmadiyah di Kampung Cisalada, Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Massa melempari masjid dan rumah warga serta membakarnya. (mei/ken)











































