"Soal aturan masuk ke sekolah kan sudah jelas bagaimana peraturan itu mengatur. Kementerian Pendidikan Nasional menilai tes keperawanan itu diskriminatif. Kami tidak pernah mendukung wacana yang mengarah ke sana," kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Jalal.
Hal ini disampaikan Fasli saat menghadiri acara pembukaan Indonesia Book Fair 2010 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (2/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jambi, Bambang Bayu Suseno, mengusulkan agar saat penerimaan siswa baru mulai dari tingkat SMP, SMA dan perguruan tinggi, dilakukan tes perawanan bagi siswa perempuan.
Tes tersebut bertujuan menangkal banyaknya hubungan seks bebas di kalangan pelajar. Usulan perseorangan itu tidak didukung pemerintah setempat. (aan/ken)











































