"Jumlah pengungsi di Mapolres Tarakan sekitar 1.000 orang," kata Suwandi Idris, asisten staf khusus presiden bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial, yang berada di Tarakan saat dihubungi detikcom melalui telepon, Rabu (29/9/2010).
Menurut Suwandi, lokasi pengungsian tersebut dijaga ketat aparat keamanan. Selain personel polisi, sejumlah anggota TNI dari Yonid 631 juga diberbantukan untuk mengamankan Mapolres Tarakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suwandi mengungkapkan, semalam terjadi bentrokan terbuka antara dua kelompok warga. Mereka saling serang dengan menggunakan berbagai senjata tajam. Situasi sedikit mereda saat petugas gabungan TNI dan Polri berhasil melokalisir masing-masing kelompok.
"Namun hingga pagi tadi, masih ada konsentrasi massa di sejumlah titik. Suasana memang sudah tidak terlalu mencekam dibandingkan semalam, namun belum bisa dikatakan kondusif," ujar Suwandi.
Sebelumnya kronologi yang dilansir Mabes Polri menyebutkan, bentrokan di Tarakan itu melibatkan kelompok warga dari Suku Bugis dan Suku Tidung. Kejadian itu dipicu perkelahian dua kelompok pemuda dari masing-masing suku di Kampung Juata Permai,Β Tarakan pada Minggu (26/9), sekitar pukul 22.30 Wita.
(djo/fay)











































