Gubernur Kaltim Minta Maaf Atas Kegaduhan Usai Ramai Dikritik

Gubernur Kaltim Minta Maaf Atas Kegaduhan Usai Ramai Dikritik

Riani Rahayu - detikNews
Senin, 27 Apr 2026 11:23 WIB
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud minta maaf. (dok Instagram)
Foto: Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud minta maaf. (dok Instagram)
Jakarta -

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud angkat bicara soal polemik yang belakangan menjadi sorotan publik. Ia menyampaikan permohonan maaf terbuka atas kegaduhan yang muncul, sekaligus mengakui ada hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam komunikasi dan pengambilan sikap.

Rudy mengatakan hal tersebut melalui video di akun Instagram pribadinya. Dia awalnya menilai wajar jika masyarakat mengkritik pemerintah sebagai bentuk kepedulian.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ayahanda ibunda dan ada di masyarakat Kalimantan Timur yang saya hormati beberapa hari terakhir saya mengikuti berbagai perhatian masuk dan berkembang di tengah masyarakat," katanya mengawali pernyataan dilansir detikKalimantan, Senin (27/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai gubernur saya memahami ketika menyangkut kebijakan dan penggunaan fasilitas publik, wajar jika muncul pertanyaan bahwa kritik yang keras bentuk kepedulian masyarakat terhadap daerah yang kita cintai bersama,"lanjutnya.

Dia mengaku telah merenung dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya memang ada hal yang harus diperbaiki sehingga dia meminta maaf dengan kegaduhan yang terjadi.

"Beberapa hari ini saya banyak merenung. Saya menyadari ada hal-hal yang perlu diperbaiki, baik dalam bersikap maupun dalam berkomunikasi. Untuk itu, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi," ujarnya, dalam video pernyataannya, Senin (27/4/2026).

Salah satu yang disorot ialah terkait anggaran renovasi rumah jabatan yang nilainya mencapai Rp 25 miliar. Meski perencanaan renovasi sudah dilakukan sejak dia menjabat, Rudy mengaku hal ini sekarang menjadi tanggung jawabnya.

"Perlu kami sampaikan secara jujur bahwa perencanaan paket renovasi rumah dinas Rp 25 miliar tersebut memang sudah ada sebelum kami menjabat. Namun, saya menyadari sebagai gubernur saat ini tanggung jawab tetap ada pada saya," kata dia.

Baca selengkapnya di sini.

Simak juga Video 'Gubernur Kaltim Didemo, Golkar Ingatkan Kadernya Peka':

(dwr/idh)


Berita Terkait