"Jadi selama ada kesempatan tentu mereka akan melakukan," kata Ketua Badan Penanggulangan Terorisme, Ansyaad Mbai, saat dihubungi detikcom, Senin (27/9/2010).
Ansyaad menegaskan, pelaku teror dan perampok kriminal mesti dibedakan. Perampokan dengan motif kriminal akan terjadi setiap tahun, namun untuk teroris tidak bisa diprediksi.
"Perampokan dilakukan teroris dalam rangka pengumpulan dana," imbuhnya.
Ansyaad juga menjelaskan mengenai banyaknya narapidana eks teroris yang kembali bergabung dengan kelompoknya. Mereka semestinya diberi hukuman yang tegas.
"Itu solusinya, juga hukuman harus diperberat. Yang konkret harus dilakuan segera," tutupnya.
Pada Jumat (24/9) lalu, Kapolri Jenderal BHD menyatakan, aksi perampokan termasuk yang terakhir menimpa Bank CIMB Niaga di Medan, Sumatera Utara (Sumut), dilakukan oleh para tersangka teroris. Bagi mereka, merampok merupakan pekerjaan halal.
"Bagi mereka, merampok, fa'i, itu sah dan halal, karena harta itu didapat dari orang kafir," kata Kapolri.
(ndr/nrl)











































