Ruas jalan tersebut, kemarin Jumat (17/9), hanya dipasangi batu-batu agar kendaraan tidak bisa melintas. Namun kini, sejumlah petugas PT Kolam Intan, selaku kontraktor pelaksana pelapisan jalan tersebut, menutup Jl RE Martadinata dengan pagar seng.
Pagar seng berwarna kuning setinggi dua meter tersebut tampak mengelilingi areal jalan yang ambrol. Selain menutup arus lalu lintas, pagar seng ini digunakan untuk membatasi akses warga melihat dari dekat ruas jalan yang ambrol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karyawan itu menambahkan, barikade jalan hanya akan dibuka bagi kendaraan proyek perbaikan jalan. Kendaraan-kendaraan proyek itu akan menggunakan akses dari arah Ancol.
"Khusus kendaraan proyek saja. Yang lainnya tidak boleh melintas. Warga juga tidak boleh lagi mendekat lokasi kejadian," ujarnya.
Pantauan detikcom, meski sudah dipagar seng, seratusan warga masih antusias melihat lokasi kejadian. Mereka berusaha mendekati TKP melalui akses jalan kampung yang belum ditutup. Beberapa orang yang penasaran, bahkan tampak mengintip lokasi ambrolnya Jalan RE Martadinata dari sela-sela pagar seng.
Dengan ditutup totalnya arus lalu lintas di Jalan RE Martadinata ini, kendaraan yang ingin menuju Ancol dari Pelabuhan Tanjung Priok maupun sebaliknya, terpaksa melewati jalur alternatif, seperti Jalan Pengadilan, Sunter Podomoro, kemudian tembus ke Jalan Yos Sudarso.
(djo/fay)











































