"Internal lebih baik, secara kualitatif dan kuantitatif lebih baik. Saya rasa dari dalam lebih baik, minimal tidak perlu melakukan penyelesaian, jadi kalau ada tugas langsung bisa jalan," kata Darmono di Gedung Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jumat (17/9/2010).
Darmono menjelaskan, dari kalangan internal sudah solid. Siapa pun yang maju menjadi Jaksa Agung akan didukung. "Siapa pun kita dukung, kita sudah komitmen. Siapa pun yang diangkat Presiden kita hormati, kita hargai," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaksa Agung Hendarman Supandji sudah mengajukan delapan nama dari internal Kejaksaan sebagai calon penggantinya. Kedelapan nama tersebut yakni Darmono (Wakil Jaksa Agung), M Amari (JAM-Pidsus), Hamzah Tadja (JAM-Pidum), Marwan Effendy (JAM-Pengawas), Edwin P Situmorang (JAM-Intelijen), Iskamto (JAM-Pembinaan), Kemal Sofyan Nasution (JAM-Perdata dan tata usaha) dan Zulkarnaen (Staf Ahli JA).
(ndr/nrl)











































